BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
E-Commerce dan E-Business telah menjadi
transformasional yang berpotensi dalam berbagai industri dan jasa keuangan
industri. Ini menjadi peluang dan tantangan yang besar yang dihadapi oleh
hampir semua industri (Achrol dan Kotler 1999) dan ini diklain oleh perusahaan
yang tidak punya pilihan untuk menyebarkan teknologi internet untuk tetap
berkompetisi (Porter 2001). Jasa keuangan diharapkan berdampak kuat terhadap industri
(Birch dan Young,1997). Karena dimensi biaya badasar berubah dari bisnis dan
struktur distribusi (Durkin dan Bennett, 1999). Sebagai tambahan yang
diargumentasikan bahwa dengan menyediakan kemudahan akses informasi yang
berpindah tangan kekonsumen (Mitchell, 2000; tapp 2000) prediksi ini memindahkan
e-commerce dan e-business ke jasa keuangan yang merupakan suatu kebutuhan riset
untuk memahami fenomena ini sepenuhnya.
Hurley dan Hult (1998) membantah secara kuat bahwa
orientasi pasar itu adalah adopsi dari perilaku yang baru dan inovasi itu menyangkut
komponen model orientasi pasar. Orientasi pasar secara ekstensif diteliti dalam
studi kuantitatif dibeberapa negara dan sektor industri (Lihat Lafferty dan
Hult 2001 untuk ditinjau) bagaimanapun hal ini telah ada dan sangat mendalam,
cara riset multi responden mungkin digunakan dalam praktek khususnya dari
tinjauan banyak fungsi yang berbeda dalam organisasi dari sinilah juga riset
terbaru, mendalam, riset empiris dalam konsep pemasaran operasi dalam industri
perbankan atau sektor jasa keuangan yang lain walaupun hal ini diklaim bahwa
profesi perbankan sebagian besar gagal diadopsi pada konsep pemasaran (Baker,
1993). Dengan fakta bahwa keseluruhan industri jasa keuangan berubah sangat
cepat.
1.2 Rumusan Masalah
1)
Apa Definisi Tentang E-Commerce Dan E-Business
2)
Bagaimana Mekanisme E-Commerce
3)
Bagaimana Aplikasi B2C
4)
Bagaimana Aplikasi B2B
5)
Apa Saja Layanan Pendukung Dari E-Commerce
6)
Bagaimana Model Utama E-Business
1.3 Tujuan
1)
Memahami Tentang E-Commerce Dan E-Business
2)
Mengetahui Dan Memahami Mekanisme E-Commerce
3)
Memahami Tentang Aplikasi B2C
4)
Memahami Tentang Aplikasi B2B
5)
Bisa Menyebutkan Layanan Pendukung Dari E-Commerce
6)
Memahami Model Utama Dari E-Business
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 GAMBARAN UMUM E-BUSINESS DAN
E-COMMERCE
Definisi dan Konsep
Perdagangan elektronik (electronic commerce, disingkat sebagai EC,
atau e-commerce) mencakup proses pembelian, penjualan, transfer, atau
pertukaran produk, layanan, atau informasi melalui jaringan komputer, termasuk
internet. Beberapa orang memandang istilah perdagangan (commerce) hanya
untuk menjelaskan transaksi yang dilakukan antar mitra bisnis. Jika definisi
ini digunakan, beberapa orang menyadari bahwa istilah e-commerce sangat
sempit. Jadi, banyak yang menggunakan istilah e-business sebagai
gantinya bisnis elektronik (e-business) merujuk pada definisi EC yang
lebih luas, tidak hanya pembelian dan penjualan barang serta jasa, tetapi juga
pelayanan pelanggan, kolaborasi dengan mitra bisnis, e-learning dan transaksi elektronik dalam
perusahaan. Lainnya memandang e-business sebagai ”aktivitas selain
pembelian dan penjualan” di Internet, seperti kolaborasi dan aktivitas intra
bisnis.(Turban, dkk. 2008, Ed.6. John Wiley & Sons (Asia) Pte Ltd).
Pada prinsipnya e-commerce
menyediakan infrastruktur bagi perusahaan untuk melakukan ekspansi proses
bisnis internal menuju lingkungan eksternal tanpaharus menghadapi rintangan
waktu dan ruang (time & space) yang selama ini menjadi isyu utama. Peluang untuk membangun jaringan dengan
berbagai institusi lain harus di manfaatkan karena persaingan sesungguhnya
terletak pada bagaimana perusahaan dapat memanfaatkan e-commerce untuk
meningkatkan kinerja dalam bisnis inti yang di gelutinya.(Ricardus Eko Indrajit,2001.hal.2).
Jenis Transaksi e-commerce
Transaksi e-commerce dapat dilakukan antara berbagai pihak. Jenis
umum dari transaksi e-commerce dijelaskan di bawah ini.
Ø
Bisnis ke bisnis (B2B) : Dalam transaksi ini, baik penjual maupun pembeli adalah organisasi bisnis.
Kebanyakan dari EC adalah jenis ini.
Ø
Perdagangan kolaboratif (c-commerce) : Dalam c-commerce,
para mitra bisnis berkolaborasi (alih-alih membeli atau menjual) secara
elektronik. Kolaborasi semacam ini sering kali terjadi antara dan dalam mitra
bisnis di sepanjang rantai pasokan.
Ø
Bisnis ke konsumen (B2C) : Dalam B2C, penjual adalah perusahaan, dan pembeli adalah
perorangan. B2C juga disebut sebagai e-tailing.
Ø
Konsumen ke konsumen (C2C) : Dalam C2C, seseorang menjual produk atau jasa ke orang lain. (Anda
juga dapat melihat istilah C2C digunakan secagai “customer to customer” (pelanggan-ke-pelanggan).
Kedua istilah tersebut dapat dianggap sama, dan keduanya akan digunakan dalam
buku ini untuk menjelaskan orang-orang yang menjual produk dan jasa ke satu
sama lain.)
Ø
Konsumen ke bisnis (C2B) : Dalam C2B, konsumen memberitahukan kebutuhan atas suatu produk atau
jasa tertentu, dan para pemasok bersaing untuk menyediakan produk atau jasa
tersebut ke konsumen. Contohnya, di Priceline.com, di mana pelanggan menyebutkan
produk dan harga yang diinginkan, dan Priceline mencoba untuk menemukan pemasok
yang memenuhi kebutuhan tersebut.
Ø
Perdagangan intrabisnis (intraorganisasional) : Dalam situasi ini perusahaan menggunakan EC secara
internal untuk memperbaiki operasinya. Kondisi khusus dalam hal ini disebut
sebagai EC B2E (business to-its-employee), yang digambarkan dalam
studi kasus pembuka.
Ø
Pemerintah ke warga (goverment-to-citizen-G2C) dan ke pihak lain: Dalam kondisi ini sebuah entitas
(unit) pemerintah menyediakan layanan ke para warganya melalui teknologi EC.
Unit-unit pemerintah dapat melakukan bisnis dengan berbagai unit pemerintah
lainnya serta dengan berbagai perusahaan (G2B).
Ø
Perdagangan mobile (mobile commerce-m-commerce) : Ketika e-commerce dilakukan
dalam lingkungan nirkabel, seperti dengan menggunakan telepon seluler untuk
mengakses internet dan berbelanja, maka hal ini disebut m-commerce.
2.2 MEKANISME UTAMA E-COMMERCE
Mekanisme utama untuk pembelian dan penjualan di internet adalah katalog
elektronik, lelang elektronik, dan barter online. (Mekanisme lainnya
seperti e-storefronts, e-mail, dan e-marketplace akan dijelaskan
kemudian).
o
Katalog Elektronik
Katalog telah dicetak di atas kertas dalam beberapa generasi. Belakangan,
katalog elektronik di CD-ROM dan internet makin populer. Katalog elektronik
terdiri atas basis data produk, direktori dan kemampuan pencarian, serta fungsi
presentasi. Katalog ini adalah tulang punggung kebanyakan situs e-commerce.
Bagi para pedagang, tujuan katalog elektronik adalah untuk mengiklankan dan
mempromosikan produk dan jasa. Bagi pelanggan, tujuan katalog semacam ini
merupakan sumber informasi mengenai produk dan jasa. Katalog elektronik dapat
diklasifikasikan berdasarkan pada tiga dimensi :
1.
Dinamika presentasi informasi. Katalog dapat menjadi statis atau dinamis. Katalog statis menyajikan
informasi dalam teks dan gambar statis. Katalog dinamis menyajikan
informasi dalam bentuk gambar bergerak atau animasi, mungkin dengan tambahan
suara.
2.
Tingkat penyesuaian. Katalog dapat dalam bentuk standar atau disesuaikan. Dalam katalog
standar, pedagang menawarkan katalog yang sama ke tiap pelanggan. Katalog
yang disesuaikan menyesuaikan isi, harga, dan tampilan berdasarkan
karakteristik pelanggan tertentu.
3.
Tingkat integrasi dengan proses atau fitur bisnis lainnya. Katalog dapat diklasifikasikan sesuai dengan tingkat integrasi ke berbagai
proses atau fitur bisnis berikut ini : pencatatan dan pemenuhan pesanan; sistem
pembayaran elektronik; peranti lunak dan sistem aliran kerja intranet; sistem
persediaan dan akuntansi; serta ekstranet milik pemasok atau pelanggan.
Contohnya, ketika Anda memasukkan pesanan di Amazon.com, pesanan Anda akan
secara otomatis ditransfer ke pemeriksa persediaan yang terkomputerisasi.
o
Lelang Elektronik
Lelang (auction) adalah proses bersaing
di mana penjual menyebutkan berbagai tawaran dari pembeli atau pembeli mempertimbangkan
tawaran dari penjual. Karakteristik utama lelang, entah secara offline
atau online, adalah harga ditentukan secara dinamis melalui persaingan
tawar-menawar.
Lelang telah menjadi
metode perdagangan yang lama dipraktikkan selama berbagai generasi, dan sesuai
untuk menangani berbagai produk dan jasa yang jika dalam saluran pemasaran
konvesional akan tidak efektif dan efesien. Lelang elektronik umumnya
meningkatkan pendapatan bagi penjual karena memperluas dasar pelanggan, dan
memepersingkat waktu siklus lelang. Para pembeli biasanya mendapat manfaat dari
lelang karena tidak harus bepergian ke lokasi lelang untuk menghadiri lelang
tersebut.
Internet menyediakan
infrastruktur yang efisien untuk melaksanakan lelang dengan biaya administrasi
yang lebih rendah serta dengan lebih banyak penjual dan pembeli yang terlibat.
Tiap pelanggan dan perusahaan sejenis dapat berpartisipasi dalam bentuk e-commerce
yang tumbuh dengan cepat ini. Terdapat beberapa jenis lelang elektronik,
dengan motif serta prosedur masing-masing. Lelang di buku ini dibagi menjadi
dua jenis utama: lelang ke depan (forward) dan lelang terbalik
(reverse).
Lelang ke Depan (forward auction) adalah lelang yang digunakan penjual sebagai saluran penjualan ke
banyak pembeli potensial. Biasanya, barang diletakkan dalam lokasi lelang, dan
para pembeli akan terus menawar barang tersebut. Tawaran tertinggi akan
mendapatkan barang tersebut. Penjual dan pembeli dapat berupa individu atau
perusahaan. Situs lelang terkenal eBay.com adalah jenis lelang ke depan.
Menurut Gallaugher (2002)
terdapat dua jenis lelang ke depan. Satunya untuk melikuidasi persediaan
yang ada, dan lainnya untuk meningkatkan efisiensi pemasaran. Para
pelanggan dalam lelang jenis pertama mencari harga terendah atas berbagai
barang dan jasa yang tersedia; pelanggan dalam jenis kedua mencari akses ke
produk atau jasa yang unik.
Lelang terbalik (reverse auction), terdapat seorang pembeli,
biasanya perusahaan yang ingin membeli sebuah produk atau jasa. Para pemasok
diundang untuk menyerahkan tawaran. Tawaran secara online jauh lebih
cepat daripada tawaran secara konvesional, dan biasanya menarik lebih banyak
penawar. Lelang terbalik adalah model lelang yang paling umum untuk pembelian
jumlah besar (dalam hal kuantitas atau harga). Jika hal lainnya tidak berubah,
tawaran-tawaran terendah memenangkan lelang tersebut. Pemerintah dan perusahaan
besar sering kali mengharuskan pendekatan ini, yang dapat memberikan
penghematan besar.
o
Barter
Jenis e-commerce yang berkaitan dengan lelang adalah barter
elektronik, yaitu pertukaran barang atau jasa yang didukung secara
elektronik tanpa ada transaksi uang. Barter elektronik dilakukan melalui
iklan dari individu ke individu yang muncul dalam beberapa newsgroup,
papan buletin, dan ruang bincang. Terdapat pula beberapa perantara yang
mengatur e-bartering perusahaan (contohnya, barterbrokers.com). Perantara
ini mencoba untuk mencoba untuk mencocokkan para mitra online ke dalam
sebuah transaksi barter.
2.3 APLIKASI BISNIS KE PELANGGAN (B2C)
E-commerce B2C dimulai ketika
perusahaan seperti Amazon.com mulai menjual secara langsung ke para pelanggan
dengan menggunakan internet. Di bagian ini akan dilihat beberapa kategori utama
aplikasi B2C, yang diperkirakan akan mencapai $ 1 triliun pada tahun 2005.
Mekanisme Ritel Elektronik : Ruang Pamer dan Mal
Dari generasi ke generasi belanja dari rumah melalui katalog telah
berkembang, dan saluran belanja televisi telah menarik jutaan pembeli selama
lebih dari dua dekade. Belanja online menawarkan alternatif untuk
belanja dari katalog dan televisi. Electronic retailing (e-tailing)
adalah penjualan langsung berbagai produk dan jasa melalui ruang pamer
elektronik atau mal elektronik, yang biasanya didesain di sekitar format
katalog elektronik dan atau lelang. (Turban, dkk. 2008, Ed.6. John Wiley
& Sons (Asia) Pte Ltd).
Seperti juga pengalaman
belanja berdasar surat lainnya, e-commerce memungkinkan Anda untuk
membeli dari rumah, dan untuk melakukannya 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam
seminggu. Akan tetapi, EC menawarkan produk dan jasa yang lebih banyak
jenisnya, termasuk yang paling unik, seringkali dengan harga yang lebih rendah.
Selanjutnya, dalam hitungan detik, pembeli bisa mendapatkan informasi tambahan
yang sangat terperinci mengenai berbagai produk dan dapat dengan lebih mudah
mencari serta membandingkan produk dan harga dari para pesaing. Terakhir,
dengan menggunakan internet, pembeli bisa menemukan ratusan ribu penjual.
Baik barang maupun jasa
dijual secara online. Barang-barang yang sering kali dibeli online
adalah komputer dan yang berkaitan dengan komputer, peralatan kantor, buku dan
majalah, CD, kaset, film dan video, baju dan sepatu, tas, serta mainan. Layanan
yang paling banyak dibeli online meliputi hiburan, layanan perjalanan,
perdagangan saham dan obligasi, perbankan elektronik, asuransi, dan pencocokan
pekerjaan. Direktori dan hiperlink dari berbagai situs lainnya serta
agen pencarian intelegen membantu para pembeli menemukan berbagai toko serta
produk terbaik yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Dua mekanisme belanja online
yang terkenal adalah ruang pamer elektronik dan mal elektronik.
Ruang pamer elektronik. Ratusan ribu ruang pamer elektronik (electronic storefront)
independen dapat ditemukan di internet, masing-masing dengan alamat internetnya
(URL) sendiri, tempat pesanan dapat dimasukkan. Disebut sebagai ruang pamer
elektronik, ruang pamer ini merupakan perluasan dari toko fisik seperti
Home Depot, The Sharper Image, atau wal-mart. Atau, mungkin merupakan bisnis
baru yang dimulai oleh para wirausaha yang melihat adanya peluang dalam web,
seperti amazon.com, CDNow.com, Uvine.com, Restaurant.com, dan Alloy.com.
Disamping digunakan oleh para peritel (contohnya OfficeDepot.com), ruang pamer
juga digunakan oleh para produsen (contohnya, Dell.com). ruang pamer milik para
peritel serta produsen dapat menjual ke individu (B2C) dan/atau ke perusahaan
(B2B). Terdapat dua jenis ruang pamer, umum dan khusus. Ruang pamer khusus
menjual satu atau beberapa produk (contohnya, bunga, anggur, atau mainan
anjing). Ruang pamer umum menjual banyak produk (contohnya, Amazon.com).
Mal elektronik. Yang juga disebut cybermall atau e-mall, adalah kumpulan
berbagai toko terpisah di bawah satu alamat internet. Ide dasar mal elektronik
sama dengan mal belanja biasa-menyediakan tempat belanja lengkap yang
menawarkan banyak produk dan jasa. Tiap cibermall dapat meliputi ribuan
penjual. Contohnya, shopping.yahoo.com dan eshop.msn.com meliputi
puluhan ribu produk dan ribuan penjual.
Ada dua jenis mal, pertama
mal referenci-referral mall (contohnya, hawaii.com). anda tidak
dapat membeli dalam mal semacam ini, tetapi sebagai gantinya Anda akan
ditransfer dari mal tersebut ke ruang pamer yang terlibat. Dalam mal jenis
kedua (contohnya, shopping.yahoo.com) Anda dapat benar-benar melakukan
pembelian. Pada mal jenis ini anda dapat berbelanja dari beberapa toko, tapi
anda hanya dapat melakukan satu transaksi pembelian pada akhirnya; kereta
belanja elektronik memungkinkan anda untuk mengumpulkan berbagai barang
dari berbagai penjual dan membayar semuanya dalam satu transaksi. (Pengelola
mal, seperti yahoo, mengambil komisi dari para penjual untuk layanan ini)
seperti juga yang berlaku pada para penjual di mal fisik, penjual yang berada
dalam e-mall melepaskan semua independensinya. Keberhasilannya
tergantung pada popularitas mal tersebut, serta pada usaha pemasarannya. Di
pihak lain, mal menghasilkan aliran berbagai pelanggan prospektif yang dalam
kondisi lain mungkin tidak akan pernah masuk toko tersebut.
E-tailing: hal-hal penting
Konsep ritel mengandung arti penjualan barang atau jasa ke seorang
pelanggan. Salah satu hal yang paling menarik dari e-tailing sebagai
suatu jenis ritel adalah kemampuannya untuk menawarkan produk yang
disesuaikan ke para pelanggan dengan harga yang wajar dan cukup cepat
(seperti yang dilakukan oleh Dell Computer). Banyak situs (contohnya, nike.com
dan lego.com) menawarkan konfigurasi mandiri produk dari portal B2C
perusahaan tersebut. Situs B2C yang paling terkenal adalah Amazon.com.
2.4 APLIKASI BISNIS KE BISNIS (B2B)
Dalam aplikasi business to business, para pembeli, penjual, dan
berbagai transaksi melibatkan perusahaan saja. B2B membentuk sekitar 85 persen
volume EC. B2B meliputi spektrum luas dari berbagai aplikasi yang memungkinkan
perusahaan untuk membentuk hubungan elektronik dengan para distributor,
penjual, pemasok, pelanggan, dan mitra lainnya. Dengan menggunakan B2B,
perusahaan dapat merestrukturisasi rantai pasokan dan hubungan dengan para
mitranya.(Jogiyanto, H.M. 2005.)
Terdapat beberapa model
bisnis aplikasi B2B. Beberapa yang terkenal adalah pasar penjualan (sell-side
marketplace), pasar pembelian (buy-side marketplace), dan
perdagangan elektronik.
Pasar Penjualan
Dalam model pasar penjualan (sell-side marketplace),
perusahaan mencoba untuk menjual berbagai produk atau jasanya ke perusahaan
lain secara elektronik dari pasar elektroniknya dan dari situs pihak ketiga.
Model ini hampir sama dengan model B2C di mana pembeli diharapkan akan datang
ke situs penjual, melihat katalog, dan memasukkan pesanan. Akan tetapi, dalam
pasar penjualan B2B, pembelinya adalah perusahaan.
Mekanisme utama dalam
model penjualan adalah: (1) katalog elektronik yang dapat disesuaikan untuk
tiap pembeli besar dan (2) lelang ke depan. Para penjual seperti Dell Computer
(dellauction.com) menggunakan lelang secara luas. Selain dari lelang
pada situs Web milik sendiri, perusahaan dapat menggunakan situs lelang pihak
ketiga, seperti eBay, untuk melikuidasi berbagai barang. Perusahaan seperti
Freemarkets.com membantu perusahaan untuk melelang aset serta persediaan yang
sudah lama dan tua.
Model penjualan ini
digunakan oleh ratusan dari ribuan perusahaan dan sangat berguna bagi
perusahaan dengan reputasi yang sangat terkenal. Penjual dapat berupa produsen
(contohnya Dell, IBM), distributor (contohnya avnet.com), atau peritel
(contohnya bigboc.com). Penjual menggunakan EC untuk meningkatkan
penjualan, mengurangi biaya penjualan dan iklan, meningkatkan kecepatan
pengiriman, dan mengurangi biaya administrasi. Model penjualan tersebut tepat
untuk penyesuaian. Contohnya, pelanggan perusahaan dapat mengonfigurasikan
pesanan mereka secara online di cisco.com, dell.com, dan
lainnya penyesuaian mandiri pesanan menghasilkan lebih sedikitnya kemungkinan
kesalahpahaman mengenai apa yang diinginkan pelanggan dan pemenuhan pesanan
yang jauh lebih cepat.
Pasar pembelian
Pasar pembelian (buy-side
marketplace) adalah model di mana perusahaan mencoba untuk membeli produk
atau jasa yang dibutuhkan dari perusahaan lain secara elektronik. Metode utama
untuk membeli barang dan jasa dalam model pembelian adalah lelang terbalik.
Di sini, perusahaan yang ingin membeli suatu barang memasukkan request for
quotation (RFQ) di situs web atau di pasar penawaran pihak ketiga. Setelah
FRQ dimasukkan penjual (biasanya merupakan pemasok yang telah disetujui)
menyerahkan tawaran secara elektronik. Lelang semacam ini menarik banyak sekali
penjual, yang dapat berupa produsen, distributor, atau peritel. Tawaran-tawaran
tersebut akan diteruskan melalui intranet pembeli ke departemen teknisi serta
keuangan untuk dievaluasi. Klarifikasi dilakukan melalui e-mail dan
pemenangnya diberitahukan secara elektronik.
Model pembelian
menggunakan teknologi EC untuk mempersingkat proses pembelian agar dapat mengurangi
biaya barang yang dibeli, biaya administrasi pembelian (procurement),
dan waktu siklus pembelian. Pembelian yang menggunakan model pasar pembelian
pihak ketiga banyak digunakan untuk perusahaan menengah dan kecil.
E-procurement adalah pembelian dengan menggunakan
dukungan elektronik.
Pembelian kelompok adalah pengumpulan pesanan pembelian dari banyak pembeli
hingga diskon atas volume pembelian bisa didapatkan.
Pembelian desktop adalah metode e-procurement di mana katalog pemasok dikumpulkan ke dalam
katalog utama internal dalam server pembeli untuk digunakan oleh pelaku
pembelian perusahaan.
Perdagangan umum adalah pasar elektronik di mana terdapat banyak penjual dan pembeli, serta
dapat dimasuki oleh semua pihak; sering kali dimiliki dan dioperasikan oleh
pihak ketiga.
Perdagangan Elektronik
Pasar elektronik di mana terdapat banyak penjual dan pembeli disebut
sebagai perdagangan umum (singkatnya, perdagangan). Tempat ini
terbuka untuk semua pihak, dan sering kali dimiliki dan dioperasikan oleh pihak
ketiga. Menurut Kaplan dan Sawhney (2000), terdapat empat jenis dasar
perdagangan.
1.
Distributor vertikal untuk bahan baku langsung.
Ini adalah pasar B2B tempat bahan baku langsung (bahan baku yang
merupakan masukan untuk produksi) diperdagangkan, biasanya dalam jumlah besar
dan dalam lingkungan hubungan jangka panjang yang disebut sebagai sumber
sistematis (systematic sourcing). Contohnya adalah Plasticnet.com
dan Papersite.com. harga tetap maupun tawar-menawar merupakan hal yang umum
dalam jenis perdagangan ini.
2.
Perdagangan vertikal untuk bahan baku tidak langsung.
Di sini bahan baku tidak langsung dalam sebuah industri biasanya
dibeli berdasarkan “kebutuhan” (disebut sebagai pencarian sumber per
kebutuhan atau spot sourcing). Para pembeli dan penjual mungkin saja
tidak saling kenal. Dalam perdagangan vertikal semacam ini, harga terus
berubah, berdasarkan pada penyesuaian antara pasokan dan permintaan. Lelang
biasanya digunakan dalam jenis pasar B2B ini, kadang dilakukan dalam ruang
dagang privat, yang tersedia dalam berbagai perdagangan.
3.
Distributor horizontal.
Ini adalah pasar elektronik “banyak ke banyak” untuk bahan tidak langsung
(MRO), seperti peralatan kantor, yang digunakan oleh industri apa saja.
Harga-harga bersifat tetap atau berdasar tawar-menawar dalam perdagangan
berjenis pencarian sumber yang sistematis ini. Beberapa contohnya adalah
EcEurope.com, Globalsources.com, dan Alibaba.com.
4.
Perdagangan fungsional.
Di sini, layanan yang dibutuhkan seperti bantuan sementara atau ruang
tambahan diperdagangkan berdasarkan “kebutuhan” (spot sourcing).
Harganya bersifat dinamis dan bervariasi tergantung dari pasokan dan
permintaan.
2.5 LAYANAN PENDUKUNG E-COMMERCE
Implementasi EC dapat saja membutuhkan beberapa layanan pendukung. Aplikasi
B2B dan B2C mensyaratkan pembayaran dan pemenuhan pesanan; portal mensyaratkan
isi.
Di sini akan difokuskan pada dua dari topik-topik di atas pembayaran dan
pemenuhan pesanan.
a.
Pembayaran Elektronik
Pembayaran adalah bagian integral dari menjalankan bisnis, baik secara
tradisional maupun secara online. Sayangnya, dalam kebanyakan kasus
sistem pembayaran tradisional tidak efektif untuk EC, terutama untuk B2B. Uang
tunai tidak dapat digunakan karena tidak ada kontak langsung. Tidak setiap
orang menerima kartu kredit atau cek, dan beberapa pembeli tidak memiliki kartu
kredit atau rekening giro. Akhirnya, kebalikan dari apa yang diyakini oleh
banyak orang, mungkin akan kurang aman
bagi pembeli untuk menggunakan telepon atau surat dalam mengatur atau mengirim
pembayaran, terutama dari negara lain, daripada harus melengkapi transaksi yang
aman di komputer. Untuk semua alasan ini, dibutuhkan berbagai cara agar dapat
membayar barang dan jasa di dunia maya. Cara yang lebih baik ini adalah sistem
pembayaran elektronik.(Jogiyanto, H.M. 2005).
b.
Sistem Pembayaran Elektronik
Seperti juga dalam pasar tradisional, di dunia maya perbedaan dalam metode
pembayaran memungkinkan para pelanggan memilih cara mereka ingin membayar.
·
Cek elektronik. Sama halnya dengan cek biasa, e-check membawa tanda tangan (dalam
bentuk digital) yang dapat diverifikasi. Cek elektronik yang ditandatangani dan
disahkan dengan benar dipertukarkan antarlembaga keuangan melalui lembaga
kliring elektronik.
·
Kartu Kredit Elektronik. Kartu kredit elektronik memungkinkan untuk membebankan
pembayaran secara online ke rekening kartu kredit seseorang. Untuk
keamanan, hanya kartu kredit yang dienkripsi saja yang digunakan. Rincian kartu
kredit dapat dienkripsi dengan menggunakan protokol dalam komputer pembeli (tersedia dalam
penjejalajah standar).
·
Kartu Pembelian. Bentuk ekuivalen kartu kredit elektronik dalam B2B adalah kartu
pembelian. Di beberapa negara perusahaan membayar perusahaan lain terutama
melalui alat kartu pembelian, bukan dengan cek kertas. Tidak seperti kartu
kredit, di mana kredit diberikan selama 30 hingga 60 hari (atau bebas) sebelum
pembayaran dilakukan ke pedagang, pembayaran dengan kartu pembelian diselesaikan
dalam waktu seminggu.
·
Uang Elektronik. Uang adalah alat pembayaran yang paling umum dalam transaksi offline.
Beberapa pembeli membayar secara tunai karena mereka tidak memiliki cek atau
kartu kredit, atau karena mereka ingin tetap mempertahankan kerahasiaan
identitasnya. Pedagang tradisional lebih menyukai uang tunai karena tidak harus
membayar komisi ke perusahaan kartu kredit, dan pedagang dapat menggunakan uang
tersebut begitu menerimanya. Oleh karenanya, masuk akal jika penjual EC dan bebrapa pembeli lebih menyukai uang
elektronik. Uang elektronik (electronic cash-e-cash) muncul dalam tiga
bentuk: kartu uang simpanan, kartu pintar, dan pembayaran antarindividu.
Kartu uang simpanan sesungguhnya adalah bentuk uang
elektronik di mana uang dalam jumlah tertentu dibayarkan di muka dan disimpan;
jumlah tersebut akan dikurangi tiap kali kartu itu digunakan.
Kartu pintar adalah kartu berisi
mikroprosesor (chip) yang memungkinkan kartu tersebut menyimpan banyak sekali
informasi (termasuk mengenai dana yang disimpan) dan melakukan pemrosesan.
Pembayaran antarindividu adalah bentuk uang elektronik
yang memungkinkan transfer dana antara dua orang, atau antara individu dengan
perusahaan, tanpa penggunaan kartu kredit.
·
Penyajian dan Pembayaran Tagihan Elektronik. Semakin banyak jumlah orang yang lebih menyukai membayar tagihan rutin
mereka (seperti tagihan telepon, utilitas, kartu kredit, hipotek, sewa, dan TV
kabel) secara online. Penerima pembayaran ini bahkan lebih antusias
mengenai layanan semacam ini daripada pembayarannya, karena pembayaran online
memungkinkan mereka mengurangi biaya pemrosesan secara signifikan dan menerima
dana lebih cepat.
·
Membayar Tagihan di ATM. Ketika
Anda menerima tagihan, Anda harus ke ATM, memasukkan kartu bank Anda,
memasukkan kata sandi, dan masuk ke menu “pembayaran tagihan.” Yang perlu Anda
lakukan adalah memasukkan nomor rekening tagihan dan jumlah yang ingin Anda
bayar. Anda mendapatkan cetakan tanda terima di tempat itu. Banyak pedagang
memberikan diskon bagi mereka yang menggunakan layanan tersebut.
c.
Keamanan dalam Pembayaran Elektronik
Persyaratan Keamanan
·
Autentikasi. Pembeli, penjual, dan lembaga pembayar harus pasti akan identitas berbagai
pihak yang berhubungan dengan mereka.
·
Integritas. Penting sekali untuk memastikan
bahwa data dan informasi yang ditransmisikan melalui EC, seperti pesanan,
jawaban atas permintaan, dan otorisasi pembayaran, tidak secara tiba-tiba atau
sengaja diubah untuk maksud negatif atau dihancurkan selama transmisinya.
·
Nonrepudiasi.
Pedagang membutuhkan perlindungan atas penolakan tidak jelas pelanggan yang
memasukkan pesanan. Di pihak lain, pelanggan membutuhkan perlindungan dari
penyangkalan pedagang atas pembayaran yang diterima.
·
Privasi. Banyak pelanggan yang ingin
identitas mereka aman.
·
Keamanan. Para pelanggan ingin memastikan
bahwa aman untuk memberikan nomor kartu kredit di Internet. Mereka juga ingin
proteksi dari penipuan oleh penjual atau oleh penjahat yang berpura-pura sebagi
penjual.
Perlindungan Keamanan.
Beberapa metode dan mekanisme dapat digunakan untuk memenuhi berbagai
persyaratan di atas. Salah satu mekanisme utamanya adalah enkripsi (membuat
pesan tidak dapat dibaca jika tidak menggunakan suatu kunci), yang sering kali
merupakan bagian dari kebanyakan skema keamanan yang berguna.,
d.
Pemenuhan Pesanan
Pemenuhan pesanan tidak hanya meliputi pemberian pesanan pelanggan dan
melakukannya tepat waktu, tetapi juga melibatkan penyediaan semua layanan
pelanggan yang terkait. Contohnya, pelanggan harus menerima instruksi perakitan
dan operasi sebuah peralatan baru. (Contoh yang tepat tersedia di livemanuals.com).
Selain itu, jika pelanggan tidak senang dengan produknya, pertukaran atau
pengembalian harus diatur. Pemenuhan pesanan pada dasarnya adalah bagian dari
apa yang disebut sebagai operasi kantor administrasi perusahaan.(Jogiyanto,
H.M. 2005)
2.6 MODEL UTAMA E-BISNIS
Model utama dari e-business adalah hampir sama dengan e-commerce seperti
Katalog Elektronik,Portal, B2b, dan lain sebagainya.
}
Katalog Elektronik
Katalog elektronik terdiri atas basis data produk, direktori dan kemampuan
pencarian, serta fungsi presentasi. Bagi para pedagang, tujuan katalog
elektronik adalah untuk mengiklankan dan mempromosikan produk dan jasa. Bagi
pelanggan, tujuan katalog semacam ini merupakan sumber informasi mengenai produk
dan jasa. Katalog elektronik dapat diklasifikasikan berdasarkan pada tiga
dimensi :
4.
Dinamika presentasi informasi. Katalog dapat menjadi statis atau dinamis. Katalog statis menyajikan
informasi dalam teks dan gambar statis. Katalog dinamis menyajikan informasi
dalam bentuk gambar bergerak atau animasi, mungkin dengan tambahan suara.
5.
Tingkat penyesuaian. Katalog dapat dalam bentuk standar atau disesuaikan. Dalam katalog
standar, pedagang menawarkan katalog yang sama ke tiap pelanggan. Katalog
yang disesuaikan menyesuaikan isi, harga, dan tampilan berdasarkan
karakteristik pelanggan tertentu.
6.
Tingkat integrasi dengan proses atau fitur bisnis lainnya. Katalog dapat diklasifikasikan sesuai dengan tingkat integrasi ke berbagai
proses atau fitur bisnis berikut ini : pencatatan dan pemenuhan pesanan; sistem
pembayaran elektronik; peranti lunak dan sistem aliran kerja intranet; sistem
persediaan dan akuntansi; serta ekstranet milik pemasok atau pelanggan.
Contohnya, ketika Anda memasukkan pesanan di Amazon.com, pesanan Anda akan
secara otomatis ditransfer ke pemeriksa persediaan yang terkomputerisasi.
} Portal
Pengertian dari portal web adalah sebuah situs yang
berfungsi untuk meletakkan informasi di WWW. Sebuah pertal web pastinya akan menampilkan informasi yang terkolaborasi
dengan desain dan beragam tampilan. Oleh karena itu, tampilan sebuah web portal akan lebih konsisten di
halaman-halamannya, dan juga memiliki struktur kontrol dan prosedur untuk
berbagai aplikasi web. Lalu, mengapa web
portal itu dapat dikatakan penting? Hal ini karena sebuah perusahaan
atau individu, biasanya memiliki berbagai macam informasi yang ingin
ditampilkan dalam sebuah tempat yang terintegrasi.
Berikut ini merupakan keuntungan penggunaan web portal dibandingkan halaman website biasa yang terpisah-pisah :
a.
Adanya integrasi aplikasi dan
pengaksesan ke isi portal maupun
aplikasi sesuai dengan kewenangan pengunjung.
b.
Komunikasi dan kolaborasi yang
lebih baik.
c.
Data yang diakses akan menjadi satu
kesatuan dan aksesnya real time.
d.
Lebih mudah memodifikasi isi dan
melakukan maintenance portal.
Sebuah portal memiliki ciri-ciri
khusus sebagai berikut :
a.
Memiliki tampilan look dan feel
yang seragam.
b.
Adanya header dan footer,
dan tampilan header dan footer tersebut umumnya seragam di seluruh halaman yang
ada di portal. Ada juga skema warna, ikon, logo, dan sebagainya yang memberikan
kesan dan tampilan yang seragam dan sama.
c.
Adanya blok-blok yang menampilkan
informasi dalam bagian-bagian tertentu di halaman, atau dengan kata lain
menggunakan layout yang baik.
d.
Kotak-kotak blok tersebut
diletakkan dalam tampilan yang saling berkaitan antara waktu dan eksistensinya.
Saat ini sudah sangat banyak
website-website yang berbasiskan web
portal, seperti kompas.com, okezone.com, vivanews.com, cnn.com, dan lain
sebagainya. (prmob.net/views/ltr/article.jspx).
} B2B
Dalam aplikasi business to business, para pembeli, penjual, dan
berbagai transaksi melibatkan perusahaan saja. B2B membentuk sekitar 85 persen
volume EC. B2B meliputi spektrum luas dari berbagai aplikasi yang memungkinkan
perusahaan untuk membentuk hubungan elektronik dengan para distributor,
penjual, pemasok, pelanggan, dan mitra lainnya. Dengan menggunakan B2B,
perusahaan dapat merestrukturisasi rantai pasokan dan hubungan dengan para
mitranya. Ada beberapa model bisnis aplikasi B2B. Beberapa yang terkenal adalah
pasar penjualan (sell-side marketplace), pasar pembelian (buy-side
marketplace), dan perdagangan elektronik.
Model pembelian menggunakan teknologi EC untuk mempersingkat proses
pembelian agar dapat mengurangi biaya barang yang dibeli, biaya administrasi
pembelian (procurement), dan waktu siklus pembelian. Pembelian yang
menggunakan model pasar pembelian pihak ketiga banyak digunakan untuk
perusahaan menengah dan kecil.
E-procurement adalah pembelian dengan menggunakan
dukungan elektronik.
Pembelian kelompok adalah pengumpulan pesanan pembelian dari banyak pembeli
hingga diskon atas volume pembelian bisa didapatkan.
Pembelian desktop adalah metode e-procurement di mana katalog pemasok dikumpulkan ke
dalam katalog utama internal dalam server pembeli untuk digunakan oleh pelaku
pembelian perusahaan.
Perdagangan umum adalah pasar elektronik di mana terdapat banyak penjual dan pembeli, serta
dapat dimasuki oleh semua pihak; sering kali dimiliki dan dioperasikan oleh
pihak ke dua.(prmob.net/views/ltr/article.jspx).
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Bagi sebagian besar perusahaan saa tini, e-commerce lebih dari sekedar membeli ataupun
menjual produk secara online. Namun sebaliknya, e-commerce meliputi seluruh
proses dari pengembangan, pemasaran, penjualan, pengiriman, pelayanan, dan pembayaran
untuk berbagai produk dan jasa yang diperjual belikan dalam pasar global berjaringan
para pelanggan, dengan dukungan dari jaringan para mitra bisnis di seluruh
dunia. Begitu pula dengan e-business yaitu meliputi e-commerce yang melibatkan pembelian
dan penjualan, serta pemasaran produk, jasa, dan informasi melalui internet dan
jaringan lainnya. Kita juga sudah melihat bahwa banyak perusahaan besar dan kecil
yang terlibat dalam beberapa bentuk aktivitas e-commerce dan e-business.
Oleh Karena itu, mengembangkan kemampuan e-commerce maupun
e-business telah menjadi pilihan penting yang harus di pertimbangkan oleh kebanyakan
perusahaan saat ini.
Daftar Pustaka
-
Turban, Efraim, Leidner, Dorothy, McLean, Ephraim, & Wetherbe, James.
2008. Information Technology for management (Transforming Organizations in
the Digital Economy. Ed.6. John Wiley & Sons (Asia) Pte Ltd.
-
Jogiyanto, H.M. 2005. Sistem informasi strategic. Yogyakarta: Andi
offset.
-
Laudon,
Kenneth C. and Laudon, Jane Price. 2004. Management Information
Systems:Managing the Digital Firm, 8th edition. New Jersey: Pearson Prentice
Hall,
-
Mc
Leod, jr.; 2008, Sistem Informasi Manajemen; Edisi 10;Salemba Empat; Jakarta.
-
Pearlson
& Saunders. 2009. Strategic Management information System. Fourth Edition.
John Wiley & Sons (Asia), Ltd.
-
O’Brien, James A. 2005. Introduction
to Information System 10th ed. The McGraw-Hill Companies, Inc.
-
McLeod
Jr., Raymond and Schell, George P. Management Information System 10th
ed.Pearson Education, Inc.
-
http://www.docstoc.com/docs/21984706/1‐ABSTRAK‐LIA‐SAUTUNNIDA‐JUAL‐BELI‐MELALUI‐INTERNET‐%28E‐COMMERCE
-
Ricardus Eko Indrajit, E‐commerce Kiat dan Stratgi di Dunia Maya, PT Elek Media Komputindo. Jakarta 2001. Hal.2.