Selasa, 22 April 2014

E-Commerce & E-Business



BAB I
PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang
E-Commerce dan E-Business telah menjadi transformasional yang berpotensi dalam berbagai industri dan jasa keuangan industri. Ini menjadi peluang dan tantangan yang besar yang dihadapi oleh hampir semua industri (Achrol dan Kotler 1999) dan ini diklain oleh perusahaan yang tidak punya pilihan untuk menyebarkan teknologi internet untuk tetap berkompetisi (Porter 2001). Jasa keuangan diharapkan berdampak kuat terhadap industri (Birch dan Young,1997). Karena dimensi biaya badasar berubah dari bisnis dan struktur distribusi (Durkin dan Bennett, 1999). Sebagai tambahan yang diargumentasikan bahwa dengan menyediakan kemudahan akses informasi yang berpindah tangan kekonsumen (Mitchell, 2000; tapp 2000) prediksi ini memindahkan e-commerce dan e-business ke jasa keuangan yang merupakan suatu kebutuhan riset untuk memahami fenomena ini sepenuhnya.
Hurley dan Hult (1998) membantah secara kuat bahwa orientasi pasar itu adalah adopsi dari perilaku yang baru dan inovasi itu menyangkut komponen model orientasi pasar. Orientasi pasar secara ekstensif diteliti dalam studi kuantitatif dibeberapa negara dan sektor industri (Lihat Lafferty dan Hult 2001 untuk ditinjau) bagaimanapun hal ini telah ada dan sangat mendalam, cara riset multi responden mungkin digunakan dalam praktek khususnya dari tinjauan banyak fungsi yang berbeda dalam organisasi dari sinilah juga riset terbaru, mendalam, riset empiris dalam konsep pemasaran operasi dalam industri perbankan atau sektor jasa keuangan yang lain walaupun hal ini diklaim bahwa profesi perbankan sebagian besar gagal diadopsi pada konsep pemasaran (Baker, 1993). Dengan fakta bahwa keseluruhan industri jasa keuangan berubah sangat cepat.






1.2       Rumusan Masalah
1)      Apa Definisi Tentang E-Commerce Dan E-Business
2)      Bagaimana Mekanisme E-Commerce
3)      Bagaimana Aplikasi B2C
4)      Bagaimana Aplikasi B2B
5)      Apa Saja Layanan Pendukung Dari E-Commerce
6)      Bagaimana Model Utama E-Business

1.3       Tujuan
1)      Memahami Tentang E-Commerce Dan E-Business
2)      Mengetahui Dan Memahami Mekanisme E-Commerce
3)      Memahami Tentang Aplikasi B2C
4)      Memahami Tentang Aplikasi B2B
5)      Bisa Menyebutkan Layanan Pendukung Dari E-Commerce
6)      Memahami Model Utama Dari E-Business














BAB II
PEMBAHASAN

2.1 GAMBARAN UMUM E-BUSINESS DAN E-COMMERCE
Definisi dan Konsep
Perdagangan elektronik (electronic commerce, disingkat sebagai EC, atau e-commerce) mencakup proses pembelian, penjualan, transfer, atau pertukaran produk, layanan, atau informasi melalui jaringan komputer, termasuk internet. Beberapa orang memandang istilah perdagangan (commerce) hanya untuk menjelaskan transaksi yang dilakukan antar mitra bisnis. Jika definisi ini digunakan, beberapa orang menyadari bahwa istilah e-commerce sangat sempit. Jadi, banyak yang menggunakan istilah e-business sebagai gantinya bisnis elektronik (e-business) merujuk pada definisi EC yang lebih luas, tidak hanya pembelian dan penjualan barang serta jasa, tetapi juga pelayanan pelanggan, kolaborasi dengan mitra bisnis,  e-learning dan transaksi elektronik dalam perusahaan. Lainnya memandang e-business sebagai ”aktivitas selain pembelian dan penjualan” di Internet, seperti kolaborasi dan aktivitas intra bisnis.(Turban, dkk. 2008, Ed.6. John Wiley & Sons (Asia) Pte Ltd).
            Pada prinsipnya e-commerce menyediakan infrastruktur bagi perusahaan untuk melakukan ekspansi proses bisnis internal menuju lingkungan eksternal tanpaharus menghadapi rintangan waktu dan ruang (time & space) yang selama ini menjadi isyu utama.  Peluang untuk membangun jaringan dengan berbagai institusi lain harus di manfaatkan karena persaingan sesungguhnya terletak pada bagaimana perusahaan dapat memanfaatkan e-commerce untuk meningkatkan kinerja dalam bisnis inti yang di gelutinya.(Ricardus Eko Indrajit,2001.hal.2).
Jenis Transaksi e-commerce
Transaksi e-commerce dapat dilakukan antara berbagai pihak. Jenis umum dari transaksi e-commerce dijelaskan di bawah ini.
Ø  Bisnis ke bisnis (B2B) : Dalam transaksi ini, baik penjual maupun pembeli adalah organisasi bisnis. Kebanyakan dari EC adalah jenis ini.
Ø  Perdagangan kolaboratif (c-commerce)  : Dalam c-commerce, para mitra bisnis berkolaborasi (alih-alih membeli atau menjual) secara elektronik. Kolaborasi semacam ini sering kali terjadi antara dan dalam mitra bisnis di sepanjang rantai pasokan.
Ø  Bisnis ke konsumen (B2C) : Dalam B2C, penjual adalah perusahaan, dan pembeli adalah perorangan. B2C juga disebut sebagai e-tailing.
Ø  Konsumen ke konsumen (C2C) : Dalam C2C, seseorang menjual produk atau jasa ke orang lain. (Anda juga dapat melihat istilah C2C digunakan secagai “customer to customer” (pelanggan-ke-pelanggan). Kedua istilah tersebut dapat dianggap sama, dan keduanya akan digunakan dalam buku ini untuk menjelaskan orang-orang yang menjual produk dan jasa ke satu sama lain.)
Ø  Konsumen ke bisnis (C2B) : Dalam C2B, konsumen memberitahukan kebutuhan atas suatu produk atau jasa tertentu, dan para pemasok bersaing untuk menyediakan produk atau jasa tersebut ke konsumen. Contohnya, di Priceline.com, di mana pelanggan menyebutkan produk dan harga yang diinginkan, dan Priceline mencoba untuk menemukan pemasok yang memenuhi kebutuhan tersebut.
Ø  Perdagangan intrabisnis (intraorganisasional) : Dalam situasi ini perusahaan menggunakan EC secara internal untuk memperbaiki operasinya. Kondisi khusus dalam hal ini disebut sebagai EC B2E (business to-its-employee), yang digambarkan dalam studi kasus pembuka.
Ø  Pemerintah ke warga (goverment-to-citizen-G2C) dan ke pihak lain: Dalam kondisi ini sebuah entitas (unit) pemerintah menyediakan layanan ke para warganya melalui teknologi EC. Unit-unit pemerintah dapat melakukan bisnis dengan berbagai unit pemerintah lainnya serta dengan berbagai perusahaan (G2B).
Ø  Perdagangan mobile (mobile commerce-m-commerce) : Ketika e-commerce dilakukan dalam lingkungan nirkabel, seperti dengan menggunakan telepon seluler untuk mengakses internet dan berbelanja, maka hal ini disebut m-commerce.

2.2 MEKANISME UTAMA E-COMMERCE
Mekanisme utama untuk pembelian dan penjualan di internet adalah katalog elektronik, lelang elektronik, dan barter online. (Mekanisme lainnya seperti e-storefronts, e-mail, dan e-marketplace akan dijelaskan kemudian).
o   Katalog Elektronik
Katalog telah dicetak di atas kertas dalam beberapa generasi. Belakangan, katalog elektronik di CD-ROM dan internet makin populer. Katalog elektronik terdiri atas basis data produk, direktori dan kemampuan pencarian, serta fungsi presentasi. Katalog ini adalah tulang punggung kebanyakan situs e-commerce. Bagi para pedagang, tujuan katalog elektronik adalah untuk mengiklankan dan mempromosikan produk dan jasa. Bagi pelanggan, tujuan katalog semacam ini merupakan sumber informasi mengenai produk dan jasa. Katalog elektronik dapat diklasifikasikan berdasarkan pada tiga dimensi :
1.      Dinamika presentasi informasi. Katalog dapat menjadi statis atau dinamis. Katalog statis menyajikan informasi dalam teks dan gambar statis. Katalog dinamis menyajikan informasi dalam bentuk gambar bergerak atau animasi, mungkin dengan tambahan suara.
2.      Tingkat penyesuaian. Katalog dapat dalam bentuk standar atau disesuaikan. Dalam katalog standar, pedagang menawarkan katalog yang sama ke tiap pelanggan. Katalog yang disesuaikan menyesuaikan isi, harga, dan tampilan berdasarkan karakteristik pelanggan tertentu.
3.      Tingkat integrasi dengan proses atau fitur bisnis lainnya. Katalog dapat diklasifikasikan sesuai dengan tingkat integrasi ke berbagai proses atau fitur bisnis berikut ini : pencatatan dan pemenuhan pesanan; sistem pembayaran elektronik; peranti lunak dan sistem aliran kerja intranet; sistem persediaan dan akuntansi; serta ekstranet milik pemasok atau pelanggan. Contohnya, ketika Anda memasukkan pesanan di Amazon.com, pesanan Anda akan secara otomatis ditransfer ke pemeriksa persediaan yang terkomputerisasi.

o   Lelang Elektronik
Lelang  (auction) adalah proses bersaing di mana penjual menyebutkan berbagai tawaran dari pembeli atau pembeli mempertimbangkan tawaran dari penjual. Karakteristik utama lelang, entah secara offline atau online, adalah harga ditentukan secara dinamis melalui persaingan tawar-menawar.
            Lelang telah menjadi metode perdagangan yang lama dipraktikkan selama berbagai generasi, dan sesuai untuk menangani berbagai produk dan jasa yang jika dalam saluran pemasaran konvesional akan tidak efektif dan efesien. Lelang elektronik umumnya meningkatkan pendapatan bagi penjual karena memperluas dasar pelanggan, dan memepersingkat waktu siklus lelang. Para pembeli biasanya mendapat manfaat dari lelang karena tidak harus bepergian ke lokasi lelang untuk menghadiri lelang tersebut.
            Internet menyediakan infrastruktur yang efisien untuk melaksanakan lelang dengan biaya administrasi yang lebih rendah serta dengan lebih banyak penjual dan pembeli yang terlibat. Tiap pelanggan dan perusahaan sejenis dapat berpartisipasi dalam bentuk e-commerce yang tumbuh dengan cepat ini. Terdapat beberapa jenis lelang elektronik, dengan motif serta prosedur masing-masing. Lelang di buku ini dibagi menjadi dua jenis utama: lelang ke depan (forward) dan lelang terbalik (reverse).
Lelang ke Depan (forward auction) adalah lelang yang digunakan penjual sebagai saluran penjualan ke banyak pembeli potensial. Biasanya, barang diletakkan dalam lokasi lelang, dan para pembeli akan terus menawar barang tersebut. Tawaran tertinggi akan mendapatkan barang tersebut. Penjual dan pembeli dapat berupa individu atau perusahaan. Situs lelang terkenal eBay.com adalah jenis lelang ke depan.
            Menurut Gallaugher (2002) terdapat dua jenis lelang ke depan. Satunya untuk melikuidasi persediaan yang ada, dan lainnya untuk meningkatkan efisiensi pemasaran. Para pelanggan dalam lelang jenis pertama mencari harga terendah atas berbagai barang dan jasa yang tersedia; pelanggan dalam jenis kedua mencari akses ke produk atau jasa yang unik.
Lelang terbalik (reverse auction), terdapat seorang pembeli, biasanya perusahaan yang ingin membeli sebuah produk atau jasa. Para pemasok diundang untuk menyerahkan tawaran. Tawaran secara online jauh lebih cepat daripada tawaran secara konvesional, dan biasanya menarik lebih banyak penawar. Lelang terbalik adalah model lelang yang paling umum untuk pembelian jumlah besar (dalam hal kuantitas atau harga). Jika hal lainnya tidak berubah, tawaran-tawaran terendah memenangkan lelang tersebut. Pemerintah dan perusahaan besar sering kali mengharuskan pendekatan ini, yang dapat memberikan penghematan besar.
o   Barter  
Jenis e-commerce yang berkaitan dengan lelang adalah barter elektronik, yaitu pertukaran barang atau jasa yang didukung secara elektronik tanpa ada transaksi uang. Barter elektronik dilakukan melalui iklan dari individu ke individu yang muncul dalam beberapa newsgroup, papan buletin, dan ruang bincang. Terdapat pula beberapa perantara yang mengatur e-bartering perusahaan (contohnya, barterbrokers.com). Perantara ini mencoba untuk mencoba untuk mencocokkan para mitra online ke dalam sebuah transaksi barter.

2.3 APLIKASI BISNIS KE PELANGGAN (B2C)
E-commerce B2C dimulai ketika perusahaan seperti Amazon.com mulai menjual secara langsung ke para pelanggan dengan menggunakan internet. Di bagian ini akan dilihat beberapa kategori utama aplikasi B2C, yang diperkirakan akan mencapai $ 1 triliun pada tahun 2005.
Mekanisme Ritel Elektronik : Ruang Pamer dan Mal
Dari generasi ke generasi belanja dari rumah melalui katalog telah berkembang, dan saluran belanja televisi telah menarik jutaan pembeli selama lebih dari dua dekade. Belanja online menawarkan alternatif untuk belanja dari katalog dan televisi. Electronic retailing (e-tailing) adalah penjualan langsung berbagai produk dan jasa melalui ruang pamer elektronik atau mal elektronik, yang biasanya didesain di sekitar format katalog elektronik dan atau lelang. (Turban, dkk. 2008, Ed.6. John Wiley & Sons (Asia) Pte Ltd).
            Seperti juga pengalaman belanja berdasar surat lainnya, e-commerce memungkinkan Anda untuk membeli dari rumah, dan untuk melakukannya 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu. Akan tetapi, EC menawarkan produk dan jasa yang lebih banyak jenisnya, termasuk yang paling unik, seringkali dengan harga yang lebih rendah. Selanjutnya, dalam hitungan detik, pembeli bisa mendapatkan informasi tambahan yang sangat terperinci mengenai berbagai produk dan dapat dengan lebih mudah mencari serta membandingkan produk dan harga dari para pesaing. Terakhir, dengan menggunakan internet, pembeli bisa menemukan ratusan ribu penjual.
            Baik barang maupun jasa dijual secara online. Barang-barang yang sering kali dibeli online adalah komputer dan yang berkaitan dengan komputer, peralatan kantor, buku dan majalah, CD, kaset, film dan video, baju dan sepatu, tas, serta mainan. Layanan yang paling banyak dibeli online meliputi hiburan, layanan perjalanan, perdagangan saham dan obligasi, perbankan elektronik, asuransi, dan pencocokan pekerjaan. Direktori dan hiperlink dari berbagai situs lainnya serta agen pencarian intelegen membantu para pembeli menemukan berbagai toko serta produk terbaik yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Dua mekanisme belanja online yang terkenal adalah ruang pamer elektronik dan mal elektronik.
Ruang pamer elektronik. Ratusan ribu ruang pamer elektronik (electronic storefront) independen dapat ditemukan di internet, masing-masing dengan alamat internetnya (URL) sendiri, tempat pesanan dapat dimasukkan. Disebut sebagai ruang pamer elektronik, ruang pamer ini merupakan perluasan dari toko fisik seperti Home Depot, The Sharper Image, atau wal-mart. Atau, mungkin merupakan bisnis baru yang dimulai oleh para wirausaha yang melihat adanya peluang dalam web, seperti amazon.com, CDNow.com, Uvine.com, Restaurant.com, dan Alloy.com. Disamping digunakan oleh para peritel (contohnya OfficeDepot.com), ruang pamer juga digunakan oleh para produsen (contohnya, Dell.com). ruang pamer milik para peritel serta produsen dapat menjual ke individu (B2C) dan/atau ke perusahaan (B2B). Terdapat dua jenis ruang pamer, umum dan khusus. Ruang pamer khusus menjual satu atau beberapa produk (contohnya, bunga, anggur, atau mainan anjing). Ruang pamer umum menjual banyak produk (contohnya, Amazon.com).
Mal elektronik. Yang juga disebut cybermall atau e-mall, adalah kumpulan berbagai toko terpisah di bawah satu alamat internet. Ide dasar mal elektronik sama dengan mal belanja biasa-menyediakan tempat belanja lengkap yang menawarkan banyak produk dan jasa. Tiap cibermall dapat meliputi ribuan penjual. Contohnya, shopping.yahoo.com dan eshop.msn.com meliputi puluhan ribu produk dan ribuan penjual.
            Ada dua jenis mal, pertama mal referenci-referral mall (contohnya, hawaii.com). anda tidak dapat membeli dalam mal semacam ini, tetapi sebagai gantinya Anda akan ditransfer dari mal tersebut ke ruang pamer yang terlibat. Dalam mal jenis kedua (contohnya, shopping.yahoo.com) Anda dapat benar-benar melakukan pembelian. Pada mal jenis ini anda dapat berbelanja dari beberapa toko, tapi anda hanya dapat melakukan satu transaksi pembelian pada akhirnya; kereta belanja elektronik memungkinkan anda untuk mengumpulkan berbagai barang dari berbagai penjual dan membayar semuanya dalam satu transaksi. (Pengelola mal, seperti yahoo, mengambil komisi dari para penjual untuk layanan ini) seperti juga yang berlaku pada para penjual di mal fisik, penjual yang berada dalam e-mall melepaskan semua independensinya. Keberhasilannya tergantung pada popularitas mal tersebut, serta pada usaha pemasarannya. Di pihak lain, mal menghasilkan aliran berbagai pelanggan prospektif yang dalam kondisi lain mungkin tidak akan pernah masuk toko tersebut.
E-tailing: hal-hal penting
Konsep ritel mengandung arti penjualan barang atau jasa ke seorang pelanggan. Salah satu hal yang paling menarik dari e-tailing sebagai suatu jenis ritel adalah kemampuannya untuk menawarkan produk yang disesuaikan ke para pelanggan dengan harga yang wajar dan cukup cepat (seperti yang dilakukan oleh Dell Computer). Banyak situs (contohnya, nike.com dan lego.com) menawarkan konfigurasi mandiri produk dari portal B2C perusahaan tersebut. Situs B2C yang paling terkenal adalah Amazon.com.

2.4 APLIKASI BISNIS KE BISNIS (B2B)
Dalam aplikasi business to business, para pembeli, penjual, dan berbagai transaksi melibatkan perusahaan saja. B2B membentuk sekitar 85 persen volume EC. B2B meliputi spektrum luas dari berbagai aplikasi yang memungkinkan perusahaan untuk membentuk hubungan elektronik dengan para distributor, penjual, pemasok, pelanggan, dan mitra lainnya. Dengan menggunakan B2B, perusahaan dapat merestrukturisasi rantai pasokan dan hubungan dengan para mitranya.(Jogiyanto, H.M. 2005.)
            Terdapat beberapa model bisnis aplikasi B2B. Beberapa yang terkenal adalah pasar penjualan (sell-side marketplace), pasar pembelian (buy-side marketplace), dan perdagangan elektronik.
Pasar Penjualan
Dalam model pasar penjualan (sell-side marketplace), perusahaan mencoba untuk menjual berbagai produk atau jasanya ke perusahaan lain secara elektronik dari pasar elektroniknya dan dari situs pihak ketiga. Model ini hampir sama dengan model B2C di mana pembeli diharapkan akan datang ke situs penjual, melihat katalog, dan memasukkan pesanan. Akan tetapi, dalam pasar penjualan B2B, pembelinya adalah perusahaan.
            Mekanisme utama dalam model penjualan adalah: (1) katalog elektronik yang dapat disesuaikan untuk tiap pembeli besar dan (2) lelang ke depan. Para penjual seperti Dell Computer (dellauction.com) menggunakan lelang secara luas. Selain dari lelang pada situs Web milik sendiri, perusahaan dapat menggunakan situs lelang pihak ketiga, seperti eBay, untuk melikuidasi berbagai barang. Perusahaan seperti Freemarkets.com membantu perusahaan untuk melelang aset serta persediaan yang sudah lama dan tua.
            Model penjualan ini digunakan oleh ratusan dari ribuan perusahaan dan sangat berguna bagi perusahaan dengan reputasi yang sangat terkenal. Penjual dapat berupa produsen (contohnya Dell, IBM), distributor (contohnya avnet.com), atau peritel (contohnya bigboc.com). Penjual menggunakan EC untuk meningkatkan penjualan, mengurangi biaya penjualan dan iklan, meningkatkan kecepatan pengiriman, dan mengurangi biaya administrasi. Model penjualan tersebut tepat untuk penyesuaian. Contohnya, pelanggan perusahaan dapat mengonfigurasikan pesanan mereka secara online di cisco.com, dell.com, dan lainnya penyesuaian mandiri pesanan menghasilkan lebih sedikitnya kemungkinan kesalahpahaman mengenai apa yang diinginkan pelanggan dan pemenuhan pesanan yang jauh lebih cepat.
Pasar pembelian
Pasar pembelian (buy-side marketplace) adalah model di mana perusahaan mencoba untuk membeli produk atau jasa yang dibutuhkan dari perusahaan lain secara elektronik. Metode utama untuk membeli barang dan jasa dalam model pembelian adalah lelang terbalik. Di sini, perusahaan yang ingin membeli suatu barang memasukkan request for quotation (RFQ) di situs web atau di pasar penawaran pihak ketiga. Setelah FRQ dimasukkan penjual (biasanya merupakan pemasok yang telah disetujui) menyerahkan tawaran secara elektronik. Lelang semacam ini menarik banyak sekali penjual, yang dapat berupa produsen, distributor, atau peritel. Tawaran-tawaran tersebut akan diteruskan melalui intranet pembeli ke departemen teknisi serta keuangan untuk dievaluasi. Klarifikasi dilakukan melalui e-mail dan pemenangnya diberitahukan secara elektronik.
            Model pembelian menggunakan teknologi EC untuk mempersingkat proses pembelian agar dapat mengurangi biaya barang yang dibeli, biaya administrasi pembelian (procurement), dan waktu siklus pembelian. Pembelian yang menggunakan model pasar pembelian pihak ketiga banyak digunakan untuk perusahaan menengah dan kecil.
E-procurement  adalah pembelian dengan menggunakan dukungan elektronik.
Pembelian kelompok adalah pengumpulan pesanan pembelian dari banyak pembeli hingga diskon atas volume pembelian bisa didapatkan.
Pembelian desktop adalah metode e-procurement di mana katalog pemasok dikumpulkan ke dalam katalog utama internal dalam server pembeli untuk digunakan oleh pelaku pembelian perusahaan.
Perdagangan umum adalah pasar elektronik di mana terdapat banyak penjual dan pembeli, serta dapat dimasuki oleh semua pihak; sering kali dimiliki dan dioperasikan oleh pihak ketiga.
Perdagangan Elektronik
Pasar elektronik di mana terdapat banyak penjual dan pembeli disebut sebagai perdagangan umum (singkatnya, perdagangan). Tempat ini terbuka untuk semua pihak, dan sering kali dimiliki dan dioperasikan oleh pihak ketiga. Menurut Kaplan dan Sawhney (2000), terdapat empat jenis dasar perdagangan.
1.      Distributor vertikal untuk bahan baku langsung.

Ini adalah pasar B2B tempat bahan baku langsung (bahan baku yang merupakan masukan untuk produksi) diperdagangkan, biasanya dalam jumlah besar dan dalam lingkungan hubungan jangka panjang yang disebut sebagai sumber sistematis (systematic sourcing). Contohnya adalah Plasticnet.com dan Papersite.com. harga tetap maupun tawar-menawar merupakan hal yang umum dalam jenis perdagangan ini.

2.      Perdagangan vertikal untuk bahan baku tidak langsung.

Di sini bahan baku tidak langsung dalam sebuah industri biasanya dibeli berdasarkan “kebutuhan” (disebut sebagai pencarian sumber per kebutuhan atau spot sourcing). Para pembeli dan penjual mungkin saja tidak saling kenal. Dalam perdagangan vertikal semacam ini, harga terus berubah, berdasarkan pada penyesuaian antara pasokan dan permintaan. Lelang biasanya digunakan dalam jenis pasar B2B ini, kadang dilakukan dalam ruang dagang privat, yang tersedia dalam berbagai perdagangan.

3.      Distributor horizontal.

Ini adalah pasar elektronik “banyak ke banyak” untuk bahan tidak langsung (MRO), seperti peralatan kantor, yang digunakan oleh industri apa saja. Harga-harga bersifat tetap atau berdasar tawar-menawar dalam perdagangan berjenis pencarian sumber yang sistematis ini. Beberapa contohnya adalah EcEurope.com, Globalsources.com, dan Alibaba.com.


4.      Perdagangan fungsional.
Di sini, layanan yang dibutuhkan seperti bantuan sementara atau ruang tambahan diperdagangkan berdasarkan “kebutuhan” (spot sourcing). Harganya bersifat dinamis dan bervariasi tergantung dari pasokan dan permintaan.

2.5 LAYANAN PENDUKUNG E-COMMERCE
Implementasi EC dapat saja membutuhkan beberapa layanan pendukung. Aplikasi B2B dan B2C mensyaratkan pembayaran dan pemenuhan pesanan; portal mensyaratkan isi.
Di sini akan difokuskan pada dua dari topik-topik di atas pembayaran dan pemenuhan pesanan.
a.      Pembayaran Elektronik
Pembayaran adalah bagian integral dari menjalankan bisnis, baik secara tradisional maupun secara online. Sayangnya, dalam kebanyakan kasus sistem pembayaran tradisional tidak efektif untuk EC, terutama untuk B2B. Uang tunai tidak dapat digunakan karena tidak ada kontak langsung. Tidak setiap orang menerima kartu kredit atau cek, dan beberapa pembeli tidak memiliki kartu kredit atau rekening giro. Akhirnya, kebalikan dari apa yang diyakini oleh banyak orang, mungkin akan  kurang aman bagi pembeli untuk menggunakan telepon atau surat dalam mengatur atau mengirim pembayaran, terutama dari negara lain, daripada harus melengkapi transaksi yang aman di komputer. Untuk semua alasan ini, dibutuhkan berbagai cara agar dapat membayar barang dan jasa di dunia maya. Cara yang lebih baik ini adalah sistem pembayaran elektronik.(Jogiyanto, H.M. 2005).
b.      Sistem Pembayaran Elektronik
Seperti juga dalam pasar tradisional, di dunia maya perbedaan dalam metode pembayaran memungkinkan para pelanggan memilih cara mereka ingin membayar.
·         Cek elektronik. Sama halnya dengan cek biasa, e-check membawa tanda tangan (dalam bentuk digital) yang dapat diverifikasi. Cek elektronik yang ditandatangani dan disahkan dengan benar dipertukarkan antarlembaga keuangan melalui lembaga kliring elektronik.
·         Kartu Kredit Elektronik. Kartu kredit elektronik memungkinkan untuk membebankan pembayaran secara online ke rekening kartu kredit seseorang. Untuk keamanan, hanya kartu kredit yang dienkripsi saja yang digunakan. Rincian kartu kredit dapat dienkripsi dengan menggunakan protokol  dalam komputer pembeli (tersedia dalam penjejalajah standar).
·         Kartu Pembelian. Bentuk ekuivalen kartu kredit elektronik dalam B2B adalah kartu pembelian. Di beberapa negara perusahaan membayar perusahaan lain terutama melalui alat kartu pembelian, bukan dengan cek kertas. Tidak seperti kartu kredit, di mana kredit diberikan selama 30 hingga 60 hari (atau bebas) sebelum pembayaran dilakukan ke pedagang, pembayaran dengan kartu pembelian diselesaikan dalam waktu seminggu.
·         Uang Elektronik. Uang adalah alat pembayaran yang paling umum dalam transaksi offline. Beberapa pembeli membayar secara tunai karena mereka tidak memiliki cek atau kartu kredit, atau karena mereka ingin tetap mempertahankan kerahasiaan identitasnya. Pedagang tradisional lebih menyukai uang tunai karena tidak harus membayar komisi ke perusahaan kartu kredit, dan pedagang dapat menggunakan uang tersebut begitu menerimanya. Oleh karenanya, masuk akal jika penjual EC  dan bebrapa pembeli lebih menyukai uang elektronik. Uang elektronik (electronic cash-e-cash) muncul dalam tiga bentuk: kartu uang simpanan, kartu pintar, dan pembayaran antarindividu.
            Kartu uang simpanan sesungguhnya adalah bentuk uang elektronik di mana uang dalam jumlah tertentu dibayarkan di muka dan disimpan; jumlah tersebut akan dikurangi tiap kali kartu itu digunakan.
            Kartu pintar adalah kartu berisi mikroprosesor (chip) yang memungkinkan kartu tersebut menyimpan banyak sekali informasi (termasuk mengenai dana yang disimpan) dan melakukan pemrosesan.
            Pembayaran antarindividu adalah bentuk uang elektronik yang memungkinkan transfer dana antara dua orang, atau antara individu dengan perusahaan, tanpa penggunaan kartu kredit.
·         Penyajian dan Pembayaran Tagihan Elektronik. Semakin banyak jumlah orang yang lebih menyukai membayar tagihan rutin mereka (seperti tagihan telepon, utilitas, kartu kredit, hipotek, sewa, dan TV kabel) secara online. Penerima pembayaran ini bahkan lebih antusias mengenai layanan semacam ini daripada pembayarannya, karena pembayaran online memungkinkan mereka mengurangi biaya pemrosesan secara signifikan dan menerima dana lebih cepat.
·         Membayar Tagihan di ATM. Ketika Anda menerima tagihan, Anda harus ke ATM, memasukkan kartu bank Anda, memasukkan kata sandi, dan masuk ke menu “pembayaran tagihan.” Yang perlu Anda lakukan adalah memasukkan nomor rekening tagihan dan jumlah yang ingin Anda bayar. Anda mendapatkan cetakan tanda terima di tempat itu. Banyak pedagang memberikan diskon bagi mereka yang menggunakan layanan tersebut.

c.       Keamanan dalam Pembayaran Elektronik
Persyaratan Keamanan
·         Autentikasi. Pembeli, penjual, dan lembaga pembayar harus pasti akan identitas berbagai pihak yang berhubungan dengan mereka.
·         Integritas. Penting sekali untuk memastikan bahwa data dan informasi yang ditransmisikan melalui EC, seperti pesanan, jawaban atas permintaan, dan otorisasi pembayaran, tidak secara tiba-tiba atau sengaja diubah untuk maksud negatif atau dihancurkan selama transmisinya.
·         Nonrepudiasi. Pedagang membutuhkan perlindungan atas penolakan tidak jelas pelanggan yang memasukkan pesanan. Di pihak lain, pelanggan membutuhkan perlindungan dari penyangkalan pedagang atas pembayaran yang diterima.
·         Privasi. Banyak pelanggan yang ingin identitas mereka aman.
·         Keamanan. Para pelanggan ingin memastikan bahwa aman untuk memberikan nomor kartu kredit di Internet. Mereka juga ingin proteksi dari penipuan oleh penjual atau oleh penjahat yang berpura-pura sebagi penjual.
Perlindungan Keamanan.
Beberapa metode dan mekanisme dapat digunakan untuk memenuhi berbagai persyaratan di atas. Salah satu mekanisme utamanya adalah enkripsi (membuat pesan tidak dapat dibaca jika tidak menggunakan suatu kunci), yang sering kali merupakan bagian dari kebanyakan skema keamanan yang berguna.,
d.      Pemenuhan Pesanan
Pemenuhan pesanan tidak hanya meliputi pemberian pesanan pelanggan dan melakukannya tepat waktu, tetapi juga melibatkan penyediaan semua layanan pelanggan yang terkait. Contohnya, pelanggan harus menerima instruksi perakitan dan operasi sebuah peralatan baru. (Contoh yang tepat tersedia di livemanuals.com). Selain itu, jika pelanggan tidak senang dengan produknya, pertukaran atau pengembalian harus diatur. Pemenuhan pesanan pada dasarnya adalah bagian dari apa yang disebut sebagai operasi kantor administrasi perusahaan.(Jogiyanto, H.M. 2005)
2.6 MODEL UTAMA E-BISNIS
          Model utama dari e-business adalah hampir sama dengan e-commerce seperti Katalog Elektronik,Portal, B2b, dan lain sebagainya.
}  Katalog Elektronik
Katalog elektronik terdiri atas basis data produk, direktori dan kemampuan pencarian, serta fungsi presentasi. Bagi para pedagang, tujuan katalog elektronik adalah untuk mengiklankan dan mempromosikan produk dan jasa. Bagi pelanggan, tujuan katalog semacam ini merupakan sumber informasi mengenai produk dan jasa. Katalog elektronik dapat diklasifikasikan berdasarkan pada tiga dimensi :
4.      Dinamika presentasi informasi. Katalog dapat menjadi statis atau dinamis. Katalog statis menyajikan informasi dalam teks dan gambar statis. Katalog dinamis menyajikan informasi dalam bentuk gambar bergerak atau animasi, mungkin dengan tambahan suara.
5.      Tingkat penyesuaian. Katalog dapat dalam bentuk standar atau disesuaikan. Dalam katalog standar, pedagang menawarkan katalog yang sama ke tiap pelanggan. Katalog yang disesuaikan menyesuaikan isi, harga, dan tampilan berdasarkan karakteristik pelanggan tertentu.
6.      Tingkat integrasi dengan proses atau fitur bisnis lainnya. Katalog dapat diklasifikasikan sesuai dengan tingkat integrasi ke berbagai proses atau fitur bisnis berikut ini : pencatatan dan pemenuhan pesanan; sistem pembayaran elektronik; peranti lunak dan sistem aliran kerja intranet; sistem persediaan dan akuntansi; serta ekstranet milik pemasok atau pelanggan. Contohnya, ketika Anda memasukkan pesanan di Amazon.com, pesanan Anda akan secara otomatis ditransfer ke pemeriksa persediaan yang terkomputerisasi.

}  Portal

Pengertian dari portal web adalah sebuah situs yang berfungsi untuk meletakkan informasi di WWW. Sebuah pertal web pastinya akan menampilkan informasi yang terkolaborasi dengan desain dan beragam tampilan. Oleh karena itu, tampilan sebuah web portal akan lebih konsisten di halaman-halamannya, dan juga memiliki struktur kontrol dan prosedur untuk berbagai aplikasi web. Lalu, mengapa web portal itu dapat dikatakan penting? Hal ini karena sebuah perusahaan atau individu, biasanya memiliki berbagai macam informasi yang ingin ditampilkan dalam sebuah tempat yang terintegrasi.

Berikut ini merupakan keuntungan penggunaan web portal dibandingkan halaman website biasa yang terpisah-pisah :
a.     Adanya integrasi aplikasi dan pengaksesan ke isi portal maupun aplikasi sesuai dengan kewenangan pengunjung.
b.    Komunikasi dan kolaborasi yang lebih baik.
c.     Data yang diakses akan menjadi satu kesatuan dan aksesnya real time.
d.    Lebih mudah memodifikasi isi dan melakukan maintenance portal.
Sebuah portal memiliki ciri-ciri khusus sebagai berikut :
a.     Memiliki tampilan look dan feel yang seragam.
b.    Adanya header dan footer, dan tampilan header dan footer tersebut umumnya seragam di seluruh halaman yang ada di portal. Ada juga skema warna, ikon, logo, dan sebagainya yang memberikan kesan dan tampilan yang seragam dan sama.
c.     Adanya blok-blok yang menampilkan informasi dalam bagian-bagian tertentu di halaman, atau dengan kata lain menggunakan layout yang baik.
d.    Kotak-kotak blok tersebut diletakkan dalam tampilan yang saling berkaitan antara waktu dan eksistensinya.
Saat ini sudah sangat banyak website-website yang berbasiskan web portal, seperti kompas.com, okezone.com, vivanews.com, cnn.com, dan lain sebagainya. (prmob.net/views/ltr/article.jspx).

}  B2B
Dalam aplikasi business to business, para pembeli, penjual, dan berbagai transaksi melibatkan perusahaan saja. B2B membentuk sekitar 85 persen volume EC. B2B meliputi spektrum luas dari berbagai aplikasi yang memungkinkan perusahaan untuk membentuk hubungan elektronik dengan para distributor, penjual, pemasok, pelanggan, dan mitra lainnya. Dengan menggunakan B2B, perusahaan dapat merestrukturisasi rantai pasokan dan hubungan dengan para mitranya. Ada beberapa model bisnis aplikasi B2B. Beberapa yang terkenal adalah pasar penjualan (sell-side marketplace), pasar pembelian (buy-side marketplace), dan perdagangan elektronik.
Model pembelian menggunakan teknologi EC untuk mempersingkat proses pembelian agar dapat mengurangi biaya barang yang dibeli, biaya administrasi pembelian (procurement), dan waktu siklus pembelian. Pembelian yang menggunakan model pasar pembelian pihak ketiga banyak digunakan untuk perusahaan menengah dan kecil.
E-procurement  adalah pembelian dengan menggunakan dukungan elektronik.
Pembelian kelompok adalah pengumpulan pesanan pembelian dari banyak pembeli hingga diskon atas volume pembelian bisa didapatkan.
Pembelian desktop adalah metode e-procurement di mana katalog pemasok dikumpulkan ke dalam katalog utama internal dalam server pembeli untuk digunakan oleh pelaku pembelian perusahaan.
Perdagangan umum adalah pasar elektronik di mana terdapat banyak penjual dan pembeli, serta dapat dimasuki oleh semua pihak; sering kali dimiliki dan dioperasikan oleh pihak ke dua.(prmob.net/views/ltr/article.jspx).


BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Bagi sebagian besar perusahaan saa tini, e-commerce lebih dari sekedar membeli ataupun menjual produk secara online. Namun sebaliknya, e-commerce meliputi seluruh proses dari pengembangan, pemasaran, penjualan, pengiriman, pelayanan, dan pembayaran untuk berbagai produk dan jasa yang diperjual belikan dalam pasar global berjaringan para pelanggan, dengan dukungan dari jaringan para mitra bisnis di seluruh dunia. Begitu pula dengan e-business yaitu meliputi e-commerce yang melibatkan pembelian dan penjualan, serta pemasaran produk, jasa, dan informasi melalui internet dan jaringan lainnya. Kita juga sudah melihat bahwa banyak perusahaan besar dan kecil yang terlibat dalam beberapa bentuk aktivitas e-commerce dan e-business.
Oleh Karena itu, mengembangkan kemampuan e-commerce maupun e-business telah menjadi pilihan penting yang harus di pertimbangkan oleh kebanyakan perusahaan saat ini.











Daftar Pustaka

-          Turban, Efraim, Leidner, Dorothy, McLean, Ephraim, & Wetherbe, James. 2008. Information Technology for management (Transforming Organizations in the Digital Economy. Ed.6. John Wiley & Sons (Asia) Pte Ltd.
-          Jogiyanto, H.M. 2005. Sistem informasi strategic. Yogyakarta: Andi offset.
-          Laudon, Kenneth C. and Laudon, Jane Price. 2004. Management Information Systems:Managing the Digital Firm, 8th edition. New Jersey: Pearson Prentice Hall,
-          Mc Leod, jr.; 2008, Sistem Informasi Manajemen; Edisi 10;Salemba Empat; Jakarta.
-          Pearlson & Saunders. 2009. Strategic Management information System. Fourth Edition. John Wiley & Sons (Asia), Ltd.
-          O’Brien, James A. 2005. Introduction to Information System 10th ed. The McGraw-Hill Companies, Inc.
-          McLeod Jr., Raymond and Schell, George P. Management Information System 10th ed.Pearson Education, Inc.
-          http://www.docstoc.com/docs/21984706/1ABSTRAKLIASAUTUNNIDAJUALBELIMELALUIINTERNET%28ECOMMERCE 
-          Ricardus Eko Indrajit, Ecommerce Kiat dan Stratgi di Dunia Maya, PT Elek Media Komputindo. Jakarta 2001. Hal.2.

Tugas Ekonomi Manajerial

Nama kelompok : 1.       Ahmad Zainul Arifin   ( 115100   ) 2.       Nadya El Madania       ( 115100   ) Diketahui ...