BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Pemilihan lokasi untuk penempatan toko
atau bisnis ritel sebenarnya adalah kombinasi dari ilmu dan seni. Bahkan dengan
menggunakan semua analisis, kadang ritel justru harus mengambil keputusan
tentang lokasi terbaik berdasarkan pengalaman masa lalu.
Terutama jika data dan informasi yang
dimiliki bertentangan dengan fakta yang ada dan apa yang harus diputuskan saat
ini. Oleh karena itu, perlu untuk mengetahui terlebih dahulu masalah-masalah,
apa yang seharusnya dipertimbangkan ketika menentukan daerah atau area
perdagangan mana yang cocok untuk penempatan toko atau ritel.
B. Rumusan
Masalah
1. Bagaimanakah
tipe lokasi yang memungkinkan dipilih oleh ritel?
2. Bagaimana
mengevaluasi keunggulan relative dari setiap area perdagangan yang memungkinkan
untuk dipilih?
3. Tipe
lokasi perdagangan yang bagaimanakah yang memungkinkan untuk tumbuh sejalan
dengan pertumbuhan toko?
4. Mengapa
ritel tetap berlkasi disuatu tempat tertentu, meskipun terdapat ritel lain yang
bersedia memilih lokasi pada tempat yang berbeda?
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Lokasi
Area Perdagangan
Pemilihan lokasi ritel adalah sebuah
keputusan yang sangat strategis. Sekali lokasi dipilih, pemilik ritel harus
menanggung semua konsekuensi dari pilihan tersebut. Sebagi contoh sebuah ritel
makanan mempertimbangkan lokasi toko di area yang masih baru. Pemilik ritel
memilih dua tempat, bersebrangan dengan toko lain yang menempati lokasi yang
benar-benar baru dengan para pesaing toko makanan yang lain. Dalam membuat
keputusan mengenai pemilihan lokasi, seharusnya pemilik ritel memikirkan dalam
tiga tingkatan, yaitu daerah, area perdagangan, dan tempat yang lebih spesifik.
1. Daerah
merujuk pada suatu Negara, bagian dari suatu Negara, kota tertentu, atau metropolitan statical area (MSA).
2. Area
perdagangan adalah area geografis yang berdekatan yang memiliki mayoritas
pelanggan dan penjualan sebuah toko, mungkin bagian dari sebuah kota, atau
dapat meluas di luar batas-batas kota tersebut, tergantung pada tipe-tipe toko,
dan intensitas dari para pelanggan potensial disekitarnya.
3. Tempat
yang lebih spesifik dan kubus.
Dalam membuat keputusan-keputusan lokasi
toko, para pemilik ritel seharusnya menguji tiga tingkatan tersebut secara
serempak dan terintregrasi. Dalam menguji ketiga keputusan lokasi secara
berurutan, maka akan dijelaskan terlebih dahulu bagaimana:
1. Melihat
factor yang mempengaruhi daya tarik suatu area perdagangan tertentu
2. Menguji
apa yang dicari pemilik ritel dalam pemilik ritel dalam memilih tempat, seperti
target penjualan yang harus dicapai, sehingga dapat dilakukan pengujian dengan
menggunakan beberapa metode peramalan.
Untuk memilih perdagangan tersebut,
dapat digunakan beragam data untuk menganalisis lokasi-lokasi potensial.
Terdapat berbagai metode dan data yang dapat digunakan dalam menganalisis
loasi-lokasi potensial bagi bisnis ritel, antara lain indeks perkembangan
merek, indeks populasi, kluster prima, dan analisis toko pembanding.evaluasi
mengenai kepadatan penduduk, tingkat kepadatan rumah tangga, tingkat
pendidikan, ukuran rumah tangga dan anak-anak, ketertarikan gaya hidup, semua
informasi tersebut dapat digunakan untuk menentukan apakah lokasi perdagangan
tersebut seuai dengan yang diharapkan.
B.
Faktor-Faktor
Yang Mempengaruhi Permintaan Suatu Wilayah Atau Area Perdagangan
Wilayah-wilayah terbaik dan area-area
perdagangan adalah tempat-tempat yang dapat menghasilkan permintaan tertinggi
atau penjuala untuk sebuah ritel.meskipun analisis wilayah berbeda dengan
analisis area perdagangan, karena perbedaan luas areanya, namun biasanya
terdapat factor-faktor yang banyak berbeda yang membuat sesuatu wilayah
perdagangan itu menarik untuk dipilih.
1. Skala
ekonomi versus kanibalisasi
Pada awalnya, diharapka bahwa sebuah
ritel seharusnya memilih lokasi terbaik dalam suatu area perdagangan, tetapi
kebanyakan waralaba atau chains
mengarah pada sebuah area dengan sebuah jaringan pertokoan. Lagi pula, skala
dari promosi dan distribusi ekonomi bisa lebih mudah dengan lokasi berganda
atau multiple seperti ini.
2. Demografis
dan karateristik gaya hidup
Dalam banyak kasus, area-area dimana
populasi bertumbuh, lebih dinikmati dibandingkan dengan yang area-area dimana
area-area yang populasinya menunjukan penurunan. Beberapa ritel, seringkali
mengambil keputusan utnuk masuk dalam pusat perbelanjaan yang baru, untuk
mengantisipasi terjadinya permintaan yang cukup besar di area pinggiran.
Karateristik gaya hidup dari populasi
mungkin relevan pula untuk dipahami dalam menentukan lokasi ritel. Dengan
demikian, dapat dikatakan bahwa penetapan lokasi juga tergantung pada sasaran
atau target pasar yang dikejar oleh ritel. Contohnya banyak mahasiswa memiliki
pendapatan yang rendah. Namun, mereka mungkin saja berasal dari keluarga kaya
dan mereka merupakan kosumen yang relative terdidik dan potensial untuk
menciptakan permintaan pada suatu lokasi ritel tertentu.
3. Iklim
bisnis
Penting untuk mengamati tren atau
kecenderungan pekerjaan konsumen pada pasar sasaran ritel karena pekerjaan
tertentu identik dengan penghasilan yang tinggi dan biasanya berarti pula
mempunyai daya beli yang lebih tinggi. Hal ini juga berguna untuk menentukan
pula bagaimana pertumbuhan seperti itu akan berlanjut dan bagaimana hal
tersebut akan memengaruhi permintaan atas barang dagangan mereka. Pertumbuhan
dalam pekerjaan dan pekerjaan itu sendiri tidak cukup untuk meykinkan sebuah
lingkungan ritel yang kuat di masa depan. Bila pertumbuhan tidak
terdiversifikasi ke dalam sejumlah industry, area tersebut mungkin akan menjadi
area yang kurang menguntungkan sebagai akibat siklus tren yang terus menerus
menurun dan merugikan.
4. Kompetisi
Tingkat kompetisi dalam sebuah area juga
mempengaruhi permintaan atas barang dagangan ritel . tingkat kompetisi bisa
dirinci sebagai berikut:
a. Tingkat
kompetisi yang telah mengalami kejenuhan
Sebuah
area perdagangan yang jenuh (saturated
trade area) menawarkan kepada konsumen sejumlah pilihan barang dan jasa
yang cukup, tetapi memungkinkan ritel untuk terus berkompetisi dalam
mendapatkan keuntungan. Hal ini terjadi
karena konsumen tetap tertarik pada area ini, disebabkan tersedianya banyak
pilihan toko maupun barang dagangan.
b. Tingkat
kompetisi yang kurang
Strategi
yang lain adalah menemukan lokasi area perdagangan yang kurang toko (uderstore trade area) artinya sebuah
area yang hanya terdapat sedikit toko yang menjual suatu barang atau jasa yang
spesifik untuk memnuhi kebutuhan populasi.
c. Tingkat
kompetisi yang berlebih
Area
perdagangan dengan toko yang berlebihan (overstore
trade area) yaitu memiliki banyak toko yang menjual barang yang spesifik
dan tidak bayak bisa dibedakan oleh konsumen dalam populasi tersebut.
5. Masalah-masalah
lokasi secara global
Ritel perlu untuk mengambil keputusan
pada sebuah wilayah, yaitu sebuah area perdagangan dan lokasi yang spesifik.
Ritel masih perlu untuk mengamati karateristik dan tingkat persaingan maupu
pola lalu lintas disekitar lokasi tersebut. Hal yang membuat keputusan lokasi
global menjadi lebih sulit dan menarik secara potensial adalah bahwa mereka
yang bertanggung jawab dalam mengambil keputusan ini adalah mereka yag tidak
biasa dengan nuansa daripada masalah lokasi asing dibandingkan dengan masalah
yang sama Negara asalnya.
C.
Faktor-faktor
Yang Mempengaruhi Daya Tarik Sebuah Lokasi
Masalah-masalah yang membuat suatu
lokasi tertentu memiliki daya tarik secara spesifik, akan mengamati keuntungan
aksesibilitas lokasi dan keuntungan secara lokasi sebagai pusatnya. Berikut penjelasan
dari kedua masalah tersebut:
1. Aksesibilitas
Aksesibilitas suatu lokasi adalah suatu
kemudahan bagi konsumen untuk datang atau masuk dan keluar dari lokasi
tersebut. Analisis ini memiliki dua tahap yaitu:
a. Analisis
makro
Mempertimbangkan
area perdagangan primer, seperti area dua hingga tiga mil dari sekitar lokasi
tersebut dalam kasus sebuah supermarket atau toko obat untuk menaksir
aksesibilitas lokasi pada tingkat makro ritel secara bersamaan mengevaluasi
beberapa factor seperti pola-ola jalan, kondisi jalan dan halangan-halangan
b. Analisis
mikro
Berkonsentrasi
pada masalah-masalah sekitar lokasi, seperti visibilitas, arus lalu lintas,
parkir, keramaian, dan jalan masuk maupun keluar.
2. Keuntungan
secara lokasi dalam sebuah pusat
Setelah aksesibilitas pusat telah
dievaluasi, analisis harus mengevaluasi lokasi di dalamnya. Hal ini disebabkan
lokasi yang lebih baik memerlukan biaya yang lebih, ritel harus
mempertimbangkan kepentingan mereka. Pada intinya, konsumen ingin berbelanja
dimana mereka menemukan sejumlah variasi barang dagangan yang lengkap.
D.
Memperkirakan
Permintaan Untuk Sebuah Lokasi Baru
Para pemilik ritel memperkirakan
permintaan untuk lokasi yang baru dengan menetapkan area perdagnganya dan
kemudian memperkirakan seberapa banyak yang dikeluarkan oleh konsumen dalam
area perdagangan dan factor yang dipertimbangkan ketika menetapkan.
batas-batas
area perdagangan dengan menjelaskan tipe-tipe informasi dan teknik-teknik yang
digunakan oleh para pemilik ritel untuk memperkirakan permintaan.
1. Area
Perdagangan
Area perdagangan adalah area geografis
yang berdekatan yang memiliki mayoritas pelanggan dan penjualan dari sebuah
toko. Area perdagangan dapat dibedakan ke dalam tiga zona. Area perdagangan
tersebut disebut sebagai poligons, karena batas-batasnya sesuai dengan
jalan-jalan dan tampilan peta lainya. Ketiga zona dalam area perdagangan
tersebut adalah:
a. Zona
primer
Zona
primer adalah area geografis dari mana toko atau pusat perbelanjaan tersebut
mendapatkan 60 persen dari pelangganya.
b. Zona
sekunder
Zona
sekunder adalah area geografis dari kepentingan sekunder dalam tingkat
penjualan pelanggan, yang menghasilkan sekitar 20 persen dari penjualan sebuah
toko.
c. Zona
tersier
Zona
tersier termasuk para pelanggan yang kadang berbelanja di toko atau pusat
perbelanjaan tersebut. Ada beberapa alasan untuk zona tersier, yaitu:
a. Para
pelanggan kekurangan fasilitas-fasilitas ritel yang memadai yang berlokasi
lebih dekat dengan rumah.
b. Tersedianya
akses jalan raya strategis menuju toko atau pusat perbelanjaan tersebut
sehingga para pelanggan dapat pergi kesana dengan mudah.
c. Lokasi
ritel atau pusat perbelanjaan merupakan rute yang sering di lalui para
pelanggan ketika menuju ketempat kerja atau tujuan lainya.
d. Para
pelanggan tertarik pergi ke toko atau pusat perbelanjaan karena toko atau pusat
perbelanjaan tersebut dekat atau ada di dalam area pariwisata.
2. Faktor-faktor
yang mengidentifikasikan area-area perdagangan
Batas-batas sebenarnya dari sebuah area
perdagangan ditentukan oleh aksesibilitas toko, hambatan-hambatan aami maupun
fisik, tipe area perbelanjaan, tipe toko, dan kompetisi. Cara lain dari melihat
pada bagaimana tipe toko mempengaruhi ukuran dari sebuah area perdagangan
adalah tipe toko ini apakah merupakan toko tujuan ataukah toko parasit. Toko
tujuan adalah toko dimana barang dagangan, pemilihan, presentasi, penetapan
harga, atau tampilan-tampilan unik lainya bertindak sebagai magnet untuk para
pelanggan. Sedangkan toko parasit adalah toko yang tidak menciptakan lalu
lintasnya sendiri dan area nyang area perdaganganya ditentukan oleh para
pemilik ritel yang dominan dalam pusat perbelanjaan atau area ritel.
3. Sumber-sumber
informasi
Terdapat
tiga tipe informasi diperlukan untuk menetapkan sebuah area perdagangan, yaitu:
·
Para pemilik
ritel harus menentukan berapa banyak orang yang ada dalam area perdagangan tersebut
dan dimana mereka tinggal. Utnuk ini, ritel menggunakan suatu teknik yang
dikenal dengan menemukan konsumen (consumer
spotting) berarti tujuanya untuk sebuah toko atau pusat perbelanjaan. Data
spesifik untuk konsumen sebuah ritel biasanya didapat dari informasi dari kartu
kredit atau cek pembelian atau dari pemrogram loyalitas konsumen.
·
Para pemilik
ritel menggunakan sensus yang diadakan setiap 10 tahun untuk menjelaskan
pelanggan potensialnya dalam usaha untuk menilai seberapa besar mereka akan
membeli dalam area perdagangan yang diusulkan.
·
Para pemilik
ritel menggunakan internet dan sumber-sumber yang diterbitkan lainya untuk
menilai kompetensinya.
4. Penandaan
pelanggan
Tujuan dari teknik penandaan pelanggan
adalah untuk menandai, melacak tempat pelanggan dari sebuah toko atau pusat
perbelanjaan. Sensus per sepuluh tahun adalah sebuah informasi yang lengkap
untuk membuatb keputusan-keputusan lokasi. Data demografis dan vendor-vendor
(penjual) ada sekitar ratusan perusahaan swasta yang mengkhususkan dalam
menyediakan para pemilik ritel dengan informasi yang akan membantu mereka dalam
membuat keputusan lokasi toko yang lebih baik.
5. Mengukur
kompetisi
Memperkirakan permintaan untuk produk
pemilik ritel adalah sebuah factor kesuksesan yang kritis, tetapi hal ini
hanyalah setengah dari keseluruhan cerita, sama pentingnya juga untuk
menentukan tingkat kompetisi dalam area perdagangan. Salah satu dari
metode-metode-metode pengukuran kompetisi yang paling kuat adalah melalui
internet. Sebagian besar situs Web mendaftar bukan hanya semua lokasi sekarang
tetapi juga tempat-tempat masa depan . dalam proses pengukuran kompetisi
relative untuk tempat baru yang potensial dengan menggunakan informasi.
E. Metode
Pengukuran Permintaan
Terdapat sejumlah metode analisis
komplementer digunakan untuk memperkirakan permintaan untuk sebuah toko baru.
1. Pendekatan
analog
Pendekatan analog dapat juga disebut
dengan pendekatan toko yang serupa. Dalam menggunakan pendekatan ini peritel
harus mampu menggambarkan karateristik area perdagangan terbaik bagi toko dan
menggunakan informasi tersebut dalam menemukan lokasi lain. Misalnya toko A
sukses di daerah perdagangan Delta Plaza, maka pendekatan analogi digunakan
untuk mengukur permintaan di area Royal Plaza yang memiliki karateristik
relative sama dengan Delta Plaza di mana toko B dibuka.
Pendekatan analog dibedakan dalam tiga
tahap, yaitu:
·
Area perdagangan
sekarang ditentukan dengan menggunakan teknik penandaan pelanggan.
·
Berdasarkan pada
intensitas pelanggan pada too, zona-zona primer, sekunder, dan tersier
ditentukan.
·
Karateristik
dari toko yang ada sekarang dicocokan dengan lokasi-lokasi toko baru yang
potensial utnuk menentukan tempat terbaik.
2. Analisis
Regresi
Analisis regresi adalah sebuah metode
umum dari pendefinisian area perdagangan ritel yang potensial untuk jaringan
ritel yang lebih besar dari 20 toko. Langkah-langkah awal dalam analisis
regresi adalah sama seperti langkah-langkah dalam pendekatan analog, yaitu:
·
Area perdagangan
sekarang ditentukan dengan menggunakan teknik penandaan pelanggan.
·
Zona primer,
sekunder, dan tersier ditentukan dengan memplot para pelanggan pada peta.
·
Mencari data.
·
Membuat
persamaan regresi dengan bantuan perangkat lunak.
Dengan
menggunakan paket statistic yang dibakukan, tiga langkah diikuti mengembangkan
persaan, yaitu:
·
Memilih ukuran
pelaksanaan yang tepat, seperti penjualan perkapita atau saham pasar.
·
Memilih sebuah
set variable yang dapat berguna dalam meramalkan pelaksanaan.
·
Memecahkan
persamaan regresi dan menggunakanya untuk meramalkan pelaksanaan tempat-tempat
masa depan.
Garis
regresi dihasilkan dari persamaan:
|
Penjualan = a + b1 . x1
|
Dimana :
a =
konstanta yang dihasilkan dari program regresi. A juga mendefinisikan di
mana garis regresi memotong sumbu y karenanya juga dikenal dengan perpotongan
sumbu y.
b1
=
angka yang dihasilkan dari program regresi yang mendefinisikan hubungan antara
penjualan dengan variabelnya, juga kemiringan dari garis regresi.
X1
=
variable predictor (untuk populasi O hingga 3 mil).
3. Model
Grafitasi Huff
Model Huff, merupakan metode penetapan
permintaan secara singkat berdasarkan pada hokum gravitasi Newton. Dibangun
berdasarkan pada premis bahwa kemungkinan pelanggan yang akan berbelanja pada
toko atau pusat perbelanjaan tertentu menjadi lebih besar seiring ukuran toko
atau pusat perbelanjaan tersebut semakin dekat.
Sasaran dari model Huff adalah untuk
menentukan bahwa seorang pelanggan yang menetap dengan dalam sebuah area
tertentu akan berbelanja pada sebuah toko atau pusat perbelanjaan tertentu.
Untuk memulai prosesnya perkiraan penjualan dengan menggunakan metode Huff,
model umumnya ditetapkan sebagai berikut:
4. Memilih
Metode yang terbaik
Dalam setiap keputusan semakin banyak
informasi yang tersedia, semakin baik hasil yang mungkin terjadi. Oleh karena
itu, jika sebuah kombinasi dari teknik teknik tersebut diterapkan dan
kesimpulan yang sama dicapai, pemilik ritel seharusnya memiliki kepercayaan
diri yang besar dalam pengambilan keputusan tersebut.
D. Tipe-tipe Lokasi
Beberapa tipe lokasi yang tersedia bagi
ritel masing-masing tipe lokasi dengan kekuatan dan kelemahanya sendiri.
Memilih tipe lokasi yang khusus menyertakan evaluasi serangkaian penjualan.
Pada umumnya penjualan ini melihat biaya lokasi versus nilainya bagi pelanggan.
Ritel mempunyai tiga dasar lokasi untuk memilih dari pusat perbelanjaan, lokasi
ibu kota atau lokasi bebas berdiri. Ritel juga mengalokasikan pada lokasi
nontradisional, seperti bandara atau dalam kedai lainya.
Ritel mempunyai tiga tipe dasar lokasi
yang bisa dipilih:
1. Pusat
perbelanjaan,
2. Lokasi
di kota besar atau bertempat di tengah, maupun kota kecil,
3. Lokasi
bebas (freestanding).
Bagian di bawah ini menggambarkan
masing-masing tipe dan criteria yang ada dalam memilih tipe lokasi tertentu.
A. Pusat
Perbelanjaan
Pusat perbelanjaan yang besar (shopping centre) menyediakan kebutuhan
belanja bagi banyak golongan konsumen. Pusat perbelanjaan biasanya berupaya
mengombinasikan banyak toko tersebut berada di lokasi terpisah. Istilah pusat
perbelanjaan sejak awal telah berkembang pada tahun 1950, pusat perbelanjaan biasanya
terdiri dari sekelompok ritel yang diatur dengan dengan ketentuan komersil yang
direncanakan, dikembangkan dan dimiliki serta dikelola sebagai property
tunggal.
1. Pusat
diskon perbelanjaan kecil
Manfaat utama dari pusat perbelihan
perbelanjaan kecil (strip shopping center)
adalah mereka menawarkan kepada pelanggan kenyamanan lokasi dan kemudahan
parker serta biaya sewa yang relative rendah untuk ritel. Kerugian besarnya
adalah tidak adanya perlindungan dari cuaca karena lokasi depan toko adalah
lahan parker, mereka hanya sedikit memberikan penawaran serta pilihan hiburan
bagi pelanggan daripada mall. Terdapat dua tipe strip shopping centre :
·
Pusat
perbelanjaan kecil tradisonal
Merupakan pusat
perbelanjaan yang dirancang utnuk memberikan kenyamanan belanja untuk kebutuhan
pelangg setiap harinya yang tinggal pada lkas sekitar.
·
Puat
perbelanjaan besar
Merupakan pusat
perbelanjaan yang lebih didominasi oleh beberapa toko besar, termasuk toko
diskon, klub-klub pergudangan. Tidak seperti pusat perbelanjaan dengan sewa
rendah tradisional, pusat belanja besar sering mencakup beberapa pedagang
mandiri dan hanya sejumlah kecil penyewa khusus.mereka secara khusus tertutup
pada konfigurasi strip centre.
2. Mal
Mal mempunyai beberapa keuntungan selain
lokasi alternative:
Pertama, karena banyak tipe toko yang
berbeda, bermacam-macam barang dagangan tersedia dalam toko tersebut dan
kesempatan mereka utnuk mengombinasikan perbelanjaan dan hiburan, mal
perbelanjaan menjadi lebih utama bagi perbelanja masa kini.
Kedua, dari lokasi di pusat perbelanjaan
adalah berbagai penyewa dapat direncanakan. Pemilik mal perbelanjaan
mngendalikan jumlah perbedan tipe ritel sehingga pelanggan dapat mempunyai
sebuah pengalaman belanja yang tidak berhenti dengan bermacam-macam barang
dagangan yang diseimbangkan.
Ketiga, ritel dan pelangganya tidak
perlu merasa kuatir dengan longkungan eksternal mereka. Manajemen mal melakukan
pemeliharaan area bersama. Penyewa mal dapat meliat ke depan besarnya level
homogenitas dengan toko lainya.
3. Pusat
belanja regional
Merupakan tempat belanja yang
menyediakan barang-barang umum dan jasa pelayanan yang lengkap dan bervariasi.
Tujuanya adalah menarik departemen, toko diskon, toko pakaian khusus.
4. Pusat
belanja super regional
Merupakan pusat perbelanjaan yang mirip
dengan ousat belanja regional tetapi karena ukuran pusat belanja regional lebih
besar banyak ditempati kios dan pemilihan barang dagangan. Seperti halnya pusat
belanja regional, konfigurasi khusus merupakan mal dengan banyak tingkat.
5. Pusat
belanja gaya hidup
Merupakan rancangan tradisional luar
ruangan dan bermacam-macam ritel. Pusat menawarkan kenyamanan berbelanja,
keamanan, ragam penyewa yang banyak dan atmosfer kepuasan konsumen. Beberapa
pusat perbelanjaan gaya hidup ini terdiri dari toko dan restoran, beberapa
gedung bioskop dan hiburan sedangkan yang lainya masih ruko.
6. Pusat
mode atau pusat belanja khusus
Merupakan pusat belanja yang sebagian
besar terdiri atas pakaian mahal, butik, toko souvenir dengan berbagai model
pilihan atau pernik-pernik unik berkualitas tinggi dan bernilai.
7. Pusat
belanja outlet
Pusat belanja outlet adalah pusat perbelanjaan
yang sebagian besar terdiri dari pemilik gerai dan pabrik yang menjual merek
buatan mereka sendiri selain juga seharusnya mencakup ritel dengan harga
diskon.
8. Pusat
belanja festival atau bertema
Merupakan pusat perbelanjaan khusus
membuat penggabungan tema yang dibawa oleh toko perorangan dengan rancangan
yang arsitektual. Daya tarik palig besar dari pusat perbelanjaan festival ini
adalah sebagai tempat wisata secara khusus, pusat perbalanjaan ini terdiri dari
penyewa yang mirip dengan pusat perbelanjaan khusus.
9. Kios
Meskipun tidak satupun kios barang
dagangan bisa ditemukan di semua jenis mal, kios tetap merupakan suatu
alternative penempatan yang popular bagi ritel, untuk kebutuhan lingkup pasar
yang kecil.
B. Lokasi
kota besar atau kota kecil
Walaupun pusat perbelanjaan berada di
kota besar dan kota kecil, lokasi yang akan kami bahas juga direncanakan secara
khusus, dengan banyak kepemilikan serta akses masuk dari jalan.
1. District
pusat bisnis (DPB)
Merupakan area tradisional yang ramai di
kota besar atau kota kecil. Kegiatan bisnis ini mampu menarik banyak orang ke
area tersebut selama berjam-jam, baik oang yang ber lalu lalang, atau yang
bekerja di sekitar area itu.
2. Lokasi
dalam kota
Lokasi alternative lainya kota besar
atau koota kecil adalah dalam kota. Dalam kota merupakan areal perkotaan dengan
intensitas yang tinggi terdiri dari bangunan apartemen, populasi terbesar
dengan teknik latin, negro, asia.
3. Lokasi
jalan utama
Merupakan tempat dimana DPB berada pada
areal belanja tradisional dari kota kecil atau distric bisnis yang kedua di
daerah pinggiran kota atau kota besar.
C. Pemilihan
lokasi lain untuk ritel
Mengambangkan kegunaan yaitu
megombinasikan beberapa kegunaaan yang berbeda atau kompleks, seperti pusat
perbelanjaan, dengan gedung perkantoran, hotel, perumahan, kompleks pejabat,
dan pusat konvensi.
1. Bandar
udara (airport) bisa menjadi satu
area yang penting dan popular di antara ritel-ritel nasional.
2. Tempat
peristirahatan (resort) ritel
menganggap resort sebagai peluang pemilihan lokasi yang utama, sebab aka nada
banyak yang pelanggan lakukan di saat waktu senggang mereka.
3. Rumah
sakit adalah alternative pilhan lokasi yang terus popular. Karena pasien dan
para tamu pasti akan menyempatkan pergi ke toko.
4. Toko
di dalam toko adalah pilihan lain untuk ritel adalah di dalam toko yang lebih
besar. Ritel bisa khusus berada di toserba.
Daftar
Pustaka
Ma’ruf,
Hendri. 2006. Pemasaran Ritel . JAKARTA: PT.Gramedia Utama
Whidya
Utami, Christina .2010 . Manajemen Ritel Edisi II . JAKARTA:Salemba Empat
http://.Jurnal
Ekonomi Bisnis.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar