Rabu, 20 November 2013

Inflasi



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Inflasi merupakan suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidak lancaran distribusi barang.
Inflasi dapat menimbulkan berbagai macam dampak, antara lain lesunya perekonomian. Keadaan perekonomian yang seperti ini tentu menimbulkan berbagai masalah dan kerugian di kalangan masyarakat. Contohnya, para Pegawai Negeri Sipil yang mengalami penurunan pendapatan riil akibat adanya inflasi, atau tingkat kesejahteraan hidup yang semakin merosot dengan adanya kenaikan harga barang akibat terjadinya inflasi. Kerugian juga  akan dialami bagi mereka yang menyimpan kekayaan dalam bentuk uang tunai. Begitu pula dengan kreditur, kerugian akan dialami para kreditur, bila bunga pinjaman yang diberikan lebih rendah dari inflasi.
Disamping dampak negatif yang ditimbulkan, inflasi juga mempunyai beberapa dampak positif, diantaranya inflasi bisa menyebabkan kenaikan produksi. Selain itu, ada pihak yang diuntungkan dengan adanya inflasi yaitu Orang yang persentase pendapatannya melebihi persentase kenaikan inflasi dan mereka yang memiliki kekayaan bukan dalam bentuk uang tunai, tetapi dalam bentuk barang   atau emas.
Inflasi adalah penyakit ekonomi yang harus dihindari karena pengaruhnya yang luas. Oleh karena itu inflasi sering menjadi target pemerintah. Inflasi yang tinggi begitu penting untuk diperhatikan mengingat dampaknya bagi perekonomian yang bisa menimbulkan ketidakstabilan, pertumbuhan ekonomi yang lambat dan lain sebagainya. Oleh karena itu, upaya pengendalian penting untuk dilakukan. Tingkat inflasi yang tinggi harus dihindari sehingga proses pembangunan menjadi sehat dan kestabilan dunia usaha tetap dapat dipelihara.


1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan inflasi?
2.      Apa saja macam-macam inflasi?
3.      Apa saja yang menjadi penyebab inflasi?
4.      Bagaimana cara mengatasi inflasi?

1.3  Tujuan
1.      Mengetahui pengertian inflasi
2.      Mengetahui apa saja macam-macam inflasi
3.      Memahami hal-hal yang menjadi penyebab inflasi
4.      Mengetahui bagaimana cara mengatasi inflasi
















BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Inflasi
Dalam ilmu ekonomi, inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidak lancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-mempengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadang kala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga. Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi, dua yang paling sering digunakan adalah CPI dan GDP.
2.2 Macam – Macam Inflasi
Inflasi dapat digolongkan menjadi empat golongan, yaitu inflasi ringan, sedang, berat, dan hiperinflasi.
·         Inflasi ringan terjadi apabila kenaikan harga berada di bawah angka 10% setahun
·         inflasi sedang antara 10%—30% setahun
·         berat antara 30%—100% setahun
·         dan hiperinflasi atau inflasi tak terkendali terjadi apabila kenaikan harga berada di atas 100%






2.3 Penyebab Inflasi
A.    Berdasar sebab terjadinya:
·         Demand Inflation, yaitu inflasi yang timbul karena desakan permintaan masyarakat akan barang dan jasa begitu kuat. Inflasi ini muncul karena naiknya tingkat pendapatan masyarakat, sehingga masyarakat cenderung membeli barang dan jasa lebih banyak dari yang biasa mereka gunakan. Misalnya seseorang yang biasa mengkonsumsi susu satu gelas sehari, karena pendapatnya meningkat, maka konsumsi susunya juga meningkat menjadi 3 gelas sehari. Dengan meningkatnya konsumsi atau pembelian, akan mendorong naiknya harga barang-barang.
·         Cost atau Cost-push Inflation, yaitu inflasi yang disebabkan karena naiknya biaya produksi. Misalnya terjadi kenaikan bahan bakar atau tuntutan buruh akan kenaikan upah, dimana kedua hal itu merupakan bagian dari biaya produksi, maka perusahaan pun akan menaikkan harga jual barang dan jasanya.

B.     Berdasar asal-usul terjadinya:
·         Domestic inflation, yaitu inflasi yang berasal atau bersumber dari dalam negeri;
Misalnya pemerintah mengalami defisit anggaran belanja kemudian pemerintah mencetak uang baru, sehingga jumlah uang beredar bertambah. Keadaan ini akan mendorong tingkat konsumsi masyarakat, bila penawaran barang tetap, maka hal ini akan mendorong kenaikan harga barang-barang.
·         Imported inflation, yaitu inflasi yang berasal dari luar negeri.
Sebagai contoh adalah negara kita, dimana negara kita masih banyak mengimpor bahan baku dan barang modal lainnya. Apabila harga barang-barang yang diimpor itu naik, maka biaya produksi juga meningkat, yang akhirnya akan menaikkan harga jual barang dan jasa.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya inflasi disuatu negara diantarnya:
Dari sudut pandang ekonomi, pada prinsipnya inflasi itu terjadi karena tidak adanya keserasian antara laju pertambahan uang dan tingkat pertumbuhan barang dan jasa. Apabila jumlah uang beredar meningkat, sedangkan produksi barang dan jasa tetap, maka hal ini cenderung akan mendorong terjadinya inflasi. Namun demikian, dari uraian tentang jenis-jenis inflasi dapat diidentifikasikan faktor-faktor penyebab terjadinya inflasi, yaitu antara lain:
·         Naiknya permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa
Ketika pemerintah menaikkan gaji pegawai negeri sipil (PNS), biasanya diikuti dengan kenaikan permintaan barang dan jasa. Bila kenaikan besarnya permintaan ini tidak diimbangi dengan penambahan volume barang dan jasa di pasar, maka hal ini akan berakibat pada naiknya harga barang dan jasa. Kenaikan gaji PNS ini pada dasarnya mengidikasikan adanya kenaikan jumlah uang yang beredar. Jenis inflasi ini disebut demand-pull inflation
·         Kenaikan biaya produksi
Pada waktu pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), maka harga barang-barang di pasar juga akan meningkat. Mengapa? Ka rena kenaikan harga BBM berdampak pada kenaikan biaya produksi, akibatnya perusahaan juga menaikkan harga jual barang dan jasanya. Disini terjadi cost-push inflation.
·         Defisit anggaran belanja (APBN)
Defisit APBN yang ditutup dengan percetakan uang baru oleh Bank Indonesia, akan berakibat pada bertambahnya jumlah uang beredar, dimana hal ini akan berdampak pada kenaikan harga barang dan jasa.
·         Menurunnya nilai tukar rupiah
Menurunnya nilai tukar terhadap valuta asing, seperti US dollar, Yen, Deutche Mark, akan berdampak pada semakin mahalnya barang-barang produksi impor. Hal ini berakibat pada kenaikan biaya produksi.
Faktor uang dan barang/jasa seperti diuraikan diatas memang berdampak langsung terhadap inflasi. Bla ditelusuri, maka sumber penyebab inflasi dapat juga bersal faktor-faktor sosial dan politik. Sebagai contoh, adanya berbagai kerusuhan sosial seperti yang terjadi akhir-akhir ini, juga memberikan dorongan terhadap laju inflasi. Berbagai kerusuhan sosial yang terjadi menyebabkan rasa tidak aman pada penduduk, sehingga mendorong mereka untuk membeli barang-barang dalam jumlah besar dari kebutuhan.

2.4 Cara Mengatasi Inflasi
1.      Kebijakan Moneter
Kebijakan moneter dapat dilakukan melalui instrument-instrumen berikut:
·         Politik diskonto, yaitu bank menaikkan suku bunga sehingga jumlah uang yang beredar dapat dikurangi.
·         Politik pasar terbuka: bank sentral menjual obligasi atau surat berharga ke pasar modal untuk menyerap uang dari masyarakat dan dengan menjual surat berharga bank sentral dapat menekan perkembangan jumlah uang beredar sehingga jumlah uang beredar dapat dikurangi dan laju inflasi dapat lebih rendah.
·         Peningkatan cash ratio: menaikkan cadangan uang kas yang ada di bank sehingga jumlah uang bank yang dapat dipinjamkan kepada debitur/masyarakat menjadi berkurang. Hal ini berarti dapat mengurangi jumlah uang yang beredar.
2.       Kebijakan Fiskal
Kebijakan fiskal dapat dilakukan melalui instrument berikut:
·         Mengatur penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Pemerintah tidak menambah pengeluarannya agar anggaran tidak defisit.
·         Menaikkan pajak. Dengan menaikkan pajak, konsumen akan mengurangi jumlah konsumsinya karena sebagian pendapatannya untuk membayar pajak.
3.      Kebijakan Non Moneter
Kebijakan non moneter dapat dilakukan melalui instrument berikut:
·         Mendorong agar pengusaha menaikkan hasil produksinya.
·         Menekan tingkat upah.
·         Pemerintah melakukan pengawasan harga dan sekaligus menetapkan harga maksimal.
·         Pemerintah melakukan distribusi secara langsung.
·         Penanggulangan inflasi yang sangat parah (hyper inflation) ditempuh dengan cara
·         melakukan sneering (pemotongan nilai mata uang). Senering ini pernah dilakukan
·         oleh pemerintah pada tahun 1960-an pada saat inflasi mencapai 650%. Pemerintah
·         memotong nilai mata uang pecahan Rp. 1.000,00 menjadi Rp. 1,00.
·         Kebijakan yang berkaitan dengan output. Kenaikan output dapat memperkecil laju inflasi. Kenaikan jumlah output ini dapat dicapai misalnya dengan kebijakan penurunan bea masuk sehingga impor barang cenderung meningkat. Bertambahnya jumlah barang di dalam negeri cenderung menurunkan harga.
·         Kebijakan penentuan harga dan indexing. Ini dilakukan dengan penentuan ceiling price.
4.      Kebijakan Sektor Riil
Kebijakan sektor riil dapat dilakukan melalui instrument berikut:
·         Pemerintah menstimulus bank untuk memberikan kredit lebih spesifik kepada UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)
·         Menekan arus barang impor dengan cara menaikkan pajak.
·         Menstimulus masyarakat untuk menggunakan produk dalam negeri.

2.5 Penghitungan Inflasi
Tabel Harga
Kelompok
Nama Barang
Harga Barang
Februari
Maret
April
Mei
Bahan Makanan
Minyak Goreng
11.000
11.000
11.500
12.000
Makanan jadi, Minuman, Tembakau
Rokok (Sampoerna Mild)
12.500
12.500
12.500
12.500
Peumahan
AC (LG Hercules Mini)
2.960.000
3.000.000
2.960.000
2.960.000
Sandang
Jilbab Paris
11.000
11.000
10.000
9.000
Kesehatan
Paracetamol
8.100
8.321
8.321
8.542
Pendidikan dan Olahraga
Raket (Yonex Muscle Power 23)
285.000
280.000
280.000
285.000
Transportasi dan Komunikasi
Blackberry Bold 9780
3.800.000
3.600.000
3.600.000
3.600.000

1.       Minyak Goreng
Maret
Ia = 11.000/11.000 x 100%
    = 100
Harga tidak mengalami kenaikan atau penurunan dari harga sebelumnya

April
Ia = 11.500/11.000 x 100%
    = 104.55
Harga naik 4.55% dibanding harga sebelumnya (104.55-100 = 4.55)

Mei
Ia =  12.000/11.500 x 100%
    = 104.35
Harga mengalami kenaikan 4.35% dari harga sebelumnya (104.35-100 = 4.35)

2.      Rokok
Maret
Ia = 12.500/12.500*100%
    = 100
Harga tidak mengalami kenaikan atau penurunan harga

April
Ia = 12.500/12.500*100%
    = 100
Harga tidak mengalami kenaikan atau penurunan harga

Mei
Ia = 12.500/12.500*100%
    = 100
Harga tidak mengalami kenaikan atau penurunan dari harga sebelumnya

3.      AC
Maret
Ia = 3.000.000/2.960.000*100%
    = 101.35
Harga naik 1.35% dari harga sebelumnya (101.35-100 = 1.35)

April
Ia = 2.960.000/3.000.000*100%
    = 98.7
Harga turun 1.3% dari harga sebelumnya (100-98.7 = 1.3)

Mei
Ia = 2.960.000/2.960.000*100%
    = 100
Harga tidak mengalami kenaikan atau penurunan dari harga sebelumnya

4.      Jilbab paris
Maret
Ia = 11.000/11.000*100%
    = 100
Harga tidak mengalami kenaikan atau penurunan dari harga sebelumnya

April
Ia = 10.000/11.000*100%
    = 91
Harga mengalami penurunan 9% dari harga sebelumnya (100-91 = 9)

Mei
Ia = 9.000/10.000*100%
    = 90
Harga mengalami penurunan 10% dari harga sebelumnya (100-90 = 10)

5.      Paracetamol
Maret
Ia = 8.321/8.100*100%
   = 102.73
Harga mengalami kenaikan 2.73% dari harga sebelumnya (102.73-100 = 2.73)

April
Ia = 8.321/8.321*100%
    = 100
Harga tidak mengalami kenaikan atau penurunan dari harga sebelumnya

Mei
Ia = 8.542/8.321*100%
    = 102.66
Harga mengalami kenaikan 2.66% dari harga sebelumnya (102.66-100 = 2.66)

6.      Raket
Maret
Ia = 280.000/285.000*100%
    = 98.2
Harga mengalami penurunan 1.8% dari harga sebelumnya (100-98.2 = 1.8)

April
Ia = 280.000/280.000*100%
    = 100
Harga tidak mengalami kenaikan atau penurunan dari harga sebelumnya

Mei
Ia = 285.000/280.000*100%
    = 101.79
Harga mengalami kenaikan 1.79% dari harga sebelumnya (101.79-100 = 1.79)

7.      Blackberry Bold 9780
Maret
Ia = 3.600.000/3.800.000*100%
    = 94.73
Harga mengalami penurunan 5.27% dari harga sebelumnya (100-94.73 = 5.27)

April
Ia = 3.600.000/3.600.000*100%
    = 100
Harga tidak mengalami kenaikan atau penurunan dari harga sebelumnya

Mei
Ia = 3.600.000/3.600.000*100%
    = 100
Harga tidak mengalami kenaikan atau penurunan dari harga sebelumnya

Penghitungan IHK

Nama Barang
Harga Barang
IHK
Februari
Maret
April
Mei
Maret
April
Mei
Minyak Goreng
11.000
11.000
11.500
12.000
100%
104.55%
109.09%
Rokok (Sampoerna Mild)
12.500
12.500
12.500
12.500
100%
100%
100%
AC (LG Hercules Mini)
2.960.000
3.000.000
2.960.000
2.960.000
101.35%
100%
100%
Jilbab Paris
11.000
11.000
10.000
9.000
100%
90.91%
81.82%
Paracetamol
8.100
8.321
8.321
8.542
102.73%
102.73%
105.46%
Raket (Yonex Muscle Power 23)
285.000
280.000
280.000
285.000
98.25%
98.25%
100%
Blackberry Bold 9780
3.800.000
3.600.000
3.600.000
3.600.000
94.73%
94.73%
94.73%






Penghitungan Inflasi
Nama Barang
IHK
Inflasi
Maret
April
Mei
Maret
April
Mei
Minyak Goreng
100%
104.55%
109.09%
0
4.55
4.34
Rokok (Sampoerna Mild)
100%
100%
100%
0
0
0
AC (LG Hercules Mini)
101.35%
100%
100%
1.35
-1.35
0
Jilbab Paris
100%
90.91%
81.82%
0
-9.09
-9.9
Paracetamol
102.73%
102.73%
105.46%
2.73
0
2.65
Raket (Yonex Muscle Power 23)
98.25%
98.25%
100%
-1.75
0
1.75
Blackberry Bold 9780
94.73%
94.73%
94.73%
-5.27
0
0











BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
1.      Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidak lancaran distribusi barang
2.      Macam-macam inflasi dibagi berdasarkan penyebabnya ada dua, yaitu Demand Inflation dan Cost Push Inflation. Berdasarkan asal-usulnya ada Domestic Inflation dan Imported Inflation.
3.      Cara mengatasi inflasi dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu kebijakan fiskal. Moneter dan non-moneter.
4.      Menghitung inflasi dapat dilakukan dengan menghitung indeks terlebih dahulu. Ukuran tingkat harga yang biasa digunakan adalah indeks harga konsumen (IHK).










DAFTAR PUSTAKA

Huda, Nurul, dkk. 2008. Ekonomi Makro Islam Pendekatan Teoretis. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tugas Ekonomi Manajerial

Nama kelompok : 1.       Ahmad Zainul Arifin   ( 115100   ) 2.       Nadya El Madania       ( 115100   ) Diketahui ...